Pengenalan Komputer

Oleh
arif zainurrohman

Hari demi hari berlalu tanpa terasa , sama seperti rupiah demi rupiah yang keluar masuk ke kantong penulis ^_^.
”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr)
Demikianlah salah satu surat dalam Al – Qur’an , yang selalu mengingatkan kita semua agar tidak menyia - nyiakan waktu. Semoga kita semua tidak termasuk dalam golongan yang merugi, aamiin. Untuk tulisan kali ini penulis akan berbagi sedikit ilmu yang penulis dapat beberapa hari yang lalu. PTSI 1A, salah satu mata kuliah yang ternyata juga ada ekornya , yaitu 1A ^_^. PTSI ini adalah salah satu mata kuliah yang khusus untuk SI. Mata kuliah ini masuk dalam kategori profesi karena memang hanya jurusan SI lah yang diberikan kesempatan untuk mendalaminya.
            Pertama – tama yang dosen penulis sampaikan pada pertemuan pertama adalah aturan – aturan dalam perkuliahan , semisal penilaian. Itu hanya sebentar saja, dan kemudian langsung masuk ke penyampaian materi. Yang beliau sampaikan pertama kali adalah Apa itu SI ? apa itu Pengenalan ? dan apa itu computer ? Semua pertanyaan itu terjadi begitu saja dan spontan , akibatnya semua dari kami sibuk memikirkan jawaban atas pertanyaan itu. Dosen mata kuliah ini memang menarik, mempunyai pemahaman yang setidaknya cukup sama dengan penulis. Terutama dalam masalah konsep ^_^. Beliau mengatakan bahwa beliau tidak mau terlalu terpaku pada buku atau terlalu heboh (berlebihan) dengan teknologi. Menurut beliau buku itu statis dan tulisan yang ada dibuku itu tidak bisa berubah, dan tidak bisa selamanya buku itu akan terus dapat dijadikan acuan. Dalam menyampaikan materipun beliau lebih suka tidak membaca buku atau menggunakan powerpoint/PDF (presentasi). Menurut beliau cara peresentasi seperti itu merepotkan dan kalau beliau hanya membaca teks yang ada pada laptopnya , 90% dari mahasiswa akan merasa bosan dan tidak mau untuk mengembangkan pengetahuannya. Beliau lebih suka membaca catatan kecilnya dan kemudian membebaskan mahasiswa untuk berfikir , terutama dengan masalah konsep.
            Menurut penulis cara belajar seperti sangat menarik, karena semua dibebaskan untuk berfikir dan tidak terpaku pada salah atau benarnya pernyataan yang kami ungkapkan. Justru dari dua kali pertemuan penulis merasa tidak pernah ada pernyataan beliau yang mengatakan bahwa pendapat kami salah. Apabila pendapat kami menlenceng jauh dari pembahasan maka dengan sigap beliau mampu mencairkan suasana dan malah menjelaskannya kepada kami semua sehingga kami merasa sangat faham (khususnya bagi penulis).
            Oke, sekarang mari kita kembali kemateri ^_^. Pertanyaan mengenai SI tadi kita skip dulu. Kita alihkan ke Apa itu pengenalan ? dan apa itu komputer ?. Mengenai pengenalan sepertinya tidak perlu dijelaskan lagi, karena memang ya intinya mengenali, dalam mengenali ini kita perlu beberapa data yang kemudian kita olah menjadi informasi. Semisal nama , guna , dan lainnya. Setelah kita mengetahui apa itu pengenalan, lalu apa itu komputer ?. Menurut penuturan beliau, computer dapat dikenali dengan 7 pernyataan.
            Yang pertama adalah alat elektronik. Ya, komputer itu adalah alat elektronik, semisal kita tidak pernah melihat, tidak memiliki pengetahuan sedikitpun mengenai computer, tentu kita akan sangat tidak mengerti apa itu komputer. Akan sangat lucu jika kita pergi ke tukang sayur atau tukang bangunan untuk mencari komputer bukan ?. Pertama kita harus mengenalinya dari wujudnya, tentu bukan terong atau wortel atau cabe bukan ? . Oleh karena itu kita persempit ruang lingkup pencarian dengan mengenalinya sebagai alat elektronik. Sehingga kita tidak salah tempat dalam mencarinya, yaitu toko elektronik.
            Yang kedua adalah mampu menerima input berupa data. Pertama kita mengetahui bahwa komputer adalah alat elektronik. Ternyata alat elektronik itu ada banyak, semisal AC,TV,Radio, dan lainnya. Lalu apakah dari kesemua alat elektronik itu mampu menerima input data ?, tentu tidak. 
            Yang ketiga adalah mampu mengolah data. Setelah yang pertama dan kedua lalu kita persempit lagi dengan pernyataan yang ketiga. Sepertinya dengan pernyataan yang ketiga ini masih cukup luas ruang lingkup pencarian kita. Mari kita persempit dengan yang keempat.
            Yang keempat adalah mampu menghasilkan ouput berupa informasi. Ketika meneripa berupa data dan ketika menghasilkan berupa informasi. Dengan pernyataan keempat ini ruang lingkup pencarian kita akan semakin menyempit.
            Yang kelima adalah tersimpan suatu program yang digunakan untuk mengolah data. Nah semakin menyempit lagi ruang lingkup pencarian kita ini. Dari beberapa alat elektronik tentu hanya sedikit saja yang terdapat suatu program didalamnya. Mungkin tidak banyak memang , sebut saja TV, Radio, AC, adakah tersimpan program semacam program untuk melakukan penulisan seperti Ms. Word ? tentu tidak. Lalu bagaimana dengan Smartpone ? . Ternyata Smartpone masih tetap belum tereliminasi dari ruang lingkup pencarian kita ini.
            Yang keenam adalah mampu menyimpan data, informasi, dan program. Sudah banyak alat elektronik yang mulai tereliminasi, dan semakin banyak setelah pernyataan yang keenam ini. Namun Smartpone masih belum dapat tereliminasi.
            Yang ketujuh adalah kerja secara otomatis. Otomatis disini maksudnya dalah dalam hal penyimpanan. Karena setelah kita menginputkan data kemudian mengolahnya menjadi informasi maka kita akan dapat menyimpannya secara otomatis di dalam ruang penyimpanan. Ternyata Smartpone juga masih belum tereliminasi sampai tahap ini.
            Setelah kita mengetahui ketujuh pernyataan untuk mengenali komputer kita dapat merangkaikannya menjadi sebuah kalimat yang dapat kita gunakan untuk mengetahui apa itu komputer. Beliaupun membebaskan kami semua untuk merangkai ketujuh pernyataan tersebut sesuai dengan pemahaman kami. Dan yang penulis tulis seperti berikut

Komputer adalah perangkat elektronik yang dapat digunakan untuk menginput data , menglahnya menjadi informasi menggunakan suatu program tertentu serta dapat menyimpannya secara otomatis.


            Tapi perlu diingat, bahwa smartpone masih belum tereliminasi. Lalu apa yang akan membuat kita tidak salah dalam mengenali smartpone dan computer ?. Mungkin kita akan berfikir smartpone bisa terkoneksi dengan internet, tetapi komputer juga bisa. Lalu apa bedanya, bagaimana agar kita tidak salah mengenalinya ? . Yang cukup signifikan adalah pada hardwarenya. Komputer dapat dengan mudah dilakukan upgrade hardware,sedangkan smartpone , tentu akan cukup sulit. Komputer akan sangat berbeda pada kehadiran komputasi kompleksnya, semisal server , data base , bahasa pemrograman (java.pascal.delphi dll), tentu itu tidak ada di smartpone. Kemudian antara smartpone dan komputer memang sama sama terkoneksi ke internet, namun akan Nampak berbeda pada jenis konektivitasnya.


Kuliah PTSI 1A

Ibu Kota , 26 Oktober 2013

akhukum fillah arif zainurrohman

Penduduk

Oleh :
arif zainurrohman

Pembahasan kali ini adalah mengenai kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan. Dalam pembahasan ini akan dibahas mengenai penduduk itu sendiri , masyarakat, individu, keluarga, kebudayaan, tradisi, dan lainnya. Yang paling utama dalam membahas mengenai pendduk ini tidak lain dan tidak bukan adalah “kepadatan penduduk” . Dalam pembahasan mengenai penduduk ini , kepadatan penduduk adalah sumber masalah yang sangat serius dan cukup rumit.
Pernah ada seorang bertanya, “Dalam melakukan sebuah perubahan untuk mencapai cita – cita yang baik , pertama – tama mana yang harus didahulukan untuk diperbaiki , individu atau sistemnya ?”.
Untuk menjawabnya kita harus tahu terlebih dahulu mengenai individu dan sistem itu sendiri. Setelah itu barulah kita dapat menjawab pertanyaan itu. Tetapi kita akan bahas itu nanti, kita kembali kepada pembahasan kita mengenai kepadatan penduduk. Tadi dikatakan bahwa kepadatan penduduk adalah sumber masalah yang sangat serius dan cukup rumit. Ya itu tentu saja benar. Kita tahu bagaimana keadaan di Negara kita ini, begitu banyak penduduk, tidak sedikit masyarakat yang menikah muda dan pernikahan akibat pergaulan bebas. Ini jelas sekali masalah, pertambahan penduduk yang terjadi secara cepat dan tidak adanya perencanaan. Kemudian mari kita perhatikan dengan Negeri sakura. Bagaimana keadaan di negeri itu ? menurut informasi yang didapat oleh dosen –hafizhahullah- penulis angka kelahiran di Negeri itu ternyata lebih kecil dari angka kematiannya. Negeri itu memang tampak negeri yang sangat maju, tetapi ternyata itu berpengaruh terhadap perkembangan kepadatan penduduknya. Lalu apa ? ya tentu saja itu juga menjadi masalah. Kenapa bisa dikatakan masalah ? toh mereka negari maju , ya tentu saja masalah , negeri maju tidak maju dengan sendirinya kan ? Tentu ada manusia yang membuatnya menjadi maju. Kalau angka kelahiran tidak seimbang dengan angka kematian, lantas siapa atau manusia mana dari keturunan mereka yang akan melanjutkan negerinya ? Apa mereka akan menggunakan orang asing ? Bagaimana jika menggunakan orang asing dan terjadi kekontinyuan , apa yang akan terjadi ? tentu saja mereka punah dan negeri mereka akan menjadi milik orang – orang yang menduduki pemerintahan mereka.
Oke, itu hanya sebagian dari masalah yang akan menimbulkan masalah berikutnya. Berbicara mengenai kepadatan penduduk, ada salah seorang ahli yang dosen –hafizhahullah- penulis ceritakan. Thomas Robert Malthus. Malthus mengemukakan pendapatnya mengenai kepadatan penduduk seperti ini :
1. Perkembangan penduduk lebih cepat dari perkembangan bahan pangan.
2. Orang akan semakin bertambah sedangkan tanah tidak bertambah.
3. Sumber pangan tidak hanya berasal dari pertanian

DU      1          2          4          8          16        32     ---------à manusia
DH      1          2          3          4          5          6       ---------à pangan
Keterangan :    -  DU = Deret Ukur
-      DH = Deret Hitung
Deret Ukur digunakan untuk pengukuran pada pertambahan manusia sedangkan Deret Hitung digunakan untuk  pengukuran pada pertambahan pangan. Dari contoh data di atas jelas sekali bahwa pertambahan manusia lebih cepat dari pada pertambahan pangan. Pada masa awal memang masih dapat tercukupi, misalnya saja dapat kita tafsirkan seperti ini, 1 piring nasi untuk 1 orang, kemudian 2 piring nasi untuk 2 orang, kemudian 3 piring nasi untuk 4 orang , 4 piring nasi untuk 8 orang , 5 piring nasi untuk 16 orang dan seterusnya. Semakin lama pangan akan semakin menipis.
Menurut penuturan dari dosen –hafizhahullah- penulis, Malthus ini mempunyai pemikiran yang cukup maju, dari teori DU dan DH itu ternyata dapat sedikit di atasi. Pada masa dahulu memang bahan pangan dan pekerjaan hamper semua didapat dari bidang pertanian. Namun, menurut Malthus inilah kemudian dirubahlah pola pikir masyarakat mengenai ini, dengan mengenalkan sektor industri. Tidak semua bergantung pada sektor pertanian tetapi juga dari sector industri.
Ada sebuah cerita yang menarik mengenai pertanian ini. Asal mula dikenalnya istilah pertanian. Menurut penuturan dosen –hafizhahullah- penulis, pertanian ini pertama kali ditemukan oleh perempuan. Bermula dari memakan buah, tentu saja tidak semua bagian buah dimakannya, yaitu biji buahnya. Selama memakan buah – buahan ini, perempuan pada zaman dahulu tidak memakan biji buahnya, namun membuangnya, Seiring berjalannya waktu ternyata dari tempat biasa mereka membuang biji buah itu tumbuhlah tanaman-  tanaman yang kemudian menjadi pohon dari buah yang mereka makan selama ini. Mulailah terjadi yang namanya penanaman atau yang lebih dikenal dengan pertanian.

Orang – orang dahulu masih sangat terikat dengan pertanian, namun seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman serta pertumbuhan populasi yang semakin meningkat, mulailah terjadi masalah. Yaitu mulailah berkurangnya pangan mereka, sehingga menimbulkan keinginan mereka untuk berpindah tempat. Nah dari sinilah timbul istilah perpindahan penduduk yang kemudian dikenal dengan istilah migrasi,  emigrasi, imigrasi, transmigrasi, dan urbanisasi.

kuliah ISD

Ibu Kota, 21 Oktober 2013

akhukum fillah arif zainurrohman

Flowchart

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
oleh :
arif zainurrohman

            Algoritma Pemrograman 1A atau sering kami sebut AP 1A. Ini adalah salah satu matakuliah untuk program studi SITI. Pertama mendengar bagi penulis memang tidak asing, karena memang sudah sekitar lima tahun yang lalu penulis memulai mempelajari algoritma pemrograman ini. Namun ternyata mata kuliah ini ada ekornya. Yaitu 1A, 1B, dan 1C. Mulailah timbul keresahan dalam diri.
            Namun ternyata keresahan itu hanya sementara saja. Tidak lama ada seorang dosen –hafizhahullah – yang dengan senang hati mau menjelaskannya. Jadi Ternyata maksud dari pembagian menjadi tiga bagian itu adalah untuk memperdalam ilmu yang ada dalam mata kuliah ini. AP 1A, mata kuliah yang mengupas tuntas masalah flowchart dalam pemrograman. AP 1B, mata kuliah yang mengupas tuntas masalah bahasa pemrogramannya atau sintaxnya. Sedangkan AP 1C, mata kuliah yang mengupas tuntas masalah konsep dalam bahasa pemrograman. Ternyata tujuan sangat bagus sekali, bagi mahasiswa yang belum mengenal apa itu pemrograman langsung dapat memperdalamnya, tidak sama dengan penulis, karena dahulu penulis mempelajari ke tiga itu dalam satu mata pelajaran saja (^_^).
            Langsung saja penulis akan membagi sedikit materi yang penulis dapatkan dari mata kuliah AP 1A, yaitu mengenai flowchart. Untuk lebih mudahnya mari kita perhatikan Struk pembelian, struk pemeblian bisa kita dapat dari beberapa tempat dan penulis yakin pembaca telah mengetahuinya, jadi tidak perlu penuis menjelaskannya lagi. Dalam struk pembelian terdapat beberapa informasi seperti nama toko , nama barang , harga barang , jumlah barang dan lain lain. Nah informasi informasi yang tertulis itulah yang menggambarkan Detil bahasa pemrograman atau aplikasinya.
            Dan yang akan penulis sampaikan di sini adalah flowchart. Apa sih flowchart ? Untuk apa flowchart ? Bagaimana bentuk atau wujud flowchart ? Siapa yang membuat flowchart ? Mengapa harus ada flowchart ? Mari kita bahas satu persatu .
            Flowchart sendiri adalah bagan atau simbol simbol yang memberikan informasi alur dan proses proses jalannya sebuah program. Flowchart menggambarkan algoritma secara global. Dalam flowchart terdapat beberapa symbol yang sangat jelas memberikan informasi, apakah langkah yang harus dijalankan, apakah proses ataukah input ataukah output. Flowchart ini bersifat global karena dapat digunakan untuk semua bahasa pemrograman (ya tentu saja, karena flowchart ini bukan bahasa pemrograman tertentu melainkan informasi
yang dapat dirubah ke dalam bahasa pemrograman).
            Flowchart ini ternyata sangat berguna digunakan sebagai sketsa. Dengan flowchart ini programmer dapat dengan mudah menentukan titik titik di mana ia akan istirahat (ketika lelah) sehingga tidak perlu membaca sintax program dari awal lagi. Karena tentunya sebuah program berisi alur alur yang cukup rumit dan membingungkan. Dahulu penulis sempat berfikir bila membuat flowchart sama saja bekerja dua kali , membuat flowchart dan mengaplikasikannya dalam bahasa pemrograman (tidak efisien). Tetapi ternyata paham itu terbantahkan, karena flowchart dan bahasa sintax program dibuat oleh orang yang berbeda.
            Flowchart ini berupa simbol simbol khusus. Simbol simbol khusus itu mempunya fungsinya masing masing. Diantaranya ada simbol untuk menginformasikan permulaan dan pengakhiran sebuah program. Simbol yang menginformasikan sebuah input data, output data, dan proses data. Proses data di sini juga ada lagi pembagiannya, seperti pengandaian , pengulangan , array , dan lainnya. Dalam flowchart ini kita harus hafal nama dan fungsi simbolnya.
            Dalam mebuat flowchart, seorang programmer akan bermain main dengan logikanya atau analisa analisanya terhadap suatu permasalahan atau program yang hendak dibuatnya. Tentu logika dan analisa akan sangat ditonjolkan disini. Flowchart ini akan sangat ditentukan berdasarkan pemahaman logika dan analisa setiap orang. Ketika logika dan analisa seseorang itu baik maka insya allah flowchart akan baik, dan akan sangat berpengaruh pada program yang dibuatnya. Nah jangan teruburu buru mengambil kesimpulan logika akan sangat menyulitkan bagi sebagian orang, apalagi nalar (^_^).  Karena logika ini dapat dilatih, jadi jangan berkecil hati. Logika dapat dilatih dengan melakukan beberapa latihan, semakin banyak latihan insya allah semakin terasah logika kita. Banyak membaca, perluas wawasan , jangan malas mencari informasi, dan masih banyak lagi. Menurut penuturan dosen –hafizhahullah- logika manusia itu tidak bisa dipaksakan.

“logika manusia itu tidak bisa dipaksakan”
Dosen AP 1A – hafizhahullah-

            Logika manusia tidak visa dipaksakan sesuai kehendak seseorang. Setiap manusia
mempunyai caranya masing masing dalam memaknai suatu permasalahan dan pengambilan
keputusan. Kita tidak bisa memaksanya untuk selalu sama dengan kita.

كَانَ اخْتِلاَفُ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم رَحْمَةً لِلنَّاسِ.
“Perbedaan pendapat di kalangan sahabat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam merupakan rahmat bagi manusia.” (Jazil al-Mawahib, 21).

مَا سَرَّنِيْ لَوْ أَنَّ أَصْحَابَ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم لَمْ يَخْتَلِفُوْا لأَنَّهُمْ لَوْ لَمْ يَخْتَلِفُوْا لَمْ تَكُنْ رُخْصَةٌ

“Aku tidak gembira seandainya para sahabat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam tidak berbeda pendapat. Karena seandainya mereka tidak berbeda pendapat, tentu tidak ada kemurahan dalam agama.” (Jazil al-Mawahib, 22).

            Beliau menuturkan, jika suatu saat nanti diantara kami (mahasiswa) terjadi perbedaan pendapat, perbedaan penyelesaian masalah dalam ujian yang diberikan oleh beliau, beliau tidak akan mempermasalahkannya. Bila ada yang menuliskan flowchart lebih panjang dari yang lain itu tidak akan mempengaruhi penilaian. Yang terpenting maksud dari flowchart atau jawaban dari kami adalah sama, yaitu tujuan yang sama (jawaban yang benar), nilainya akan tetap sama.

Namun perlu di ingat suatu hal yang sangat penting dalam perbedaan pendapat ini.


“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” [QS. an-Nahl : 43]



Kuliah AP 1A (untuk flowchart)

Ibu kota , 12 Oktober 2013

akhukum fillah arif zainurrohman

Kemampuan Mahasiswa

oleh :
arif zainurrohman

Melanjutkan tulisan tulisan yang telah lalu , penulis ingin menyampaikan sedikit ilmu yang telah guru guru dan dosen dosen –hafizhahullah- penulis sampaikan. Masih berhubungan dengan mata kuliah ISD. Mata kuliah ini telah menempati satu titik ruang di hati penulis, karena memang selain mata kuliahnya yang bersahabat, ternyata dosen –hafizhahullah- pun sangat bersahabat dengan para mahasiswa.
            Dalam kesempatan kali ini penulis akan membagi satu materi awal yang telah penulis dengar dari beliau. Judul dari materi ini sendiri adalah pengenalan mata kuliah ISD , namun ternyata bukan hanya sekedar pengenalan, ada beberapa hikmah yang dapat diambil. Dan penulis akan membagikan salah satu nya. Yaitu “Kemampuan Mahasiswa”.
            Kemampuan mahasiswa , kalimat ini dilisankan dengan penekanan. Karena memang bukan hanya sekedar kemampuannya saja yang dibahas. Akan tetapi adalah ilmu ilmu yang telah didapat oleh para mahasiswa dan harus dapat diterapkan dalam kehidupan sosial.
            Kemampuan mahasiswa ini sesuai dengan yang telah disampaikan kepada penulis, terbagi dalam tiga bagian. Tiga bagian itu insya allah akan dijabarkan secara rinci dan jelas dalam tulisan kali ini. Insya allah (^_^).

                                                                          


            Ini adalah model penjabaran visualisasi pertama yang beliau sampaikan pada penulis dan rekan rekan mahasiswa. Seorang mahasiswa sangat diharapkan memiliki tiga kemampuan ini. Mengapa demikian ? karena memang itu merupakan visi dari sebuah pendidikan. Karena terkadang kita sendiri bingung sebenarnya untuk apa sih kita belajar ? Untuk apa kita setiap hari bangun pagi pagi hanya untuk pergi ke sekolah ? Untuk apa kita selalu dipaksa taat pada tata tertib sekolah ? Ya itu adalah segelintir pertanyaan yang akan hadir disetiap pikiran orang orang. Namun telah menjadi sebuah tradisi sepertinya pertanyaan pertanyaan itu dijawab dengan jawaban singkat seperti biar pintar , biar bisa kerja , biar bisa
jadi sarjana, dan masih banyak lagi jawaban jawaban “singkat” lainnya. Bahkan dalam agama islam sendiri telah  ditegaskan dalam sebuah hadist :

خير الناس أنفعهم للناس
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”
(HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah)
           
Telah jelas sekali bukan ? Bahwa tujuan kita belajar adalah untuk mengaplikasikannya pada kehidupan sosial atau kehidupan masyarakat. Tidak mudah menerapkan ilmu pada kehidupan social. Namun acap kali kita mengabaikannya. Namun ada pula yang tidak kita sadari bahwa kita telah menerapkannya. Ada pula yang sampai lupa diri, lupa akan asal muasal ilmu itu sehingga membuatnya menjadi takabur.


            Baiklah mari kita mulai menerjemahkan maksud dari judul tulisan ini. Pada model penjabaran visualisasi yang pertama dapat kita saksikan bahwa seorang mahasiswa harus memiliki tiga kemampuan , yaitu akademis , profesi , dan pribadi. Lalu apa sih maksud dari masing masing istilah tersebut ?. Menurut penuturan dari dosen – hafizhahullah- ISD :
1. Akademis adalah kemampuan mahasiswa yang menjurus pada bidang keahlian dari mahasiswa tersebut. Pembahasan ini ditujukan pada MKK atau Mata Kuliah Keahlian. Diberikan contoh adalah pada mahasiswa SITI yang mempelajari mata kuliah algoritma dan pemrograman, Matematika dasar , Fisika dasar , dan sejenis lainnya.
2. Profesi adalah kemampuan mahasiswa yang menjurus pada profesi mahasiswa tersebut. Pembahasan ini ditujukan pada mata kuliah jurusan masing masing. Diberikan contoh adalah mahasiswa TI yang mempelajari matakuliah metode numerik , matematika informatika , pemrograman aplikasi atau web , dan sejenisnya.
3. Pribadi adalah kemampuan mahasiswa yang menjurus pada kemampuan pribadi mahasiswa dalam mengembangkan potensi dirinya. Pembahasan ini ditujukan pada mata kuliah ini yaitu ISD (^_^).

Kemampuan pribadi meliputi penyerapan , mengingat , nalar , dan ide.
Penyerapan yang dimaksud di sini adalah kemampuan untuk dapat menyerap atau mengambil pelajaran dari apa saja yang telah disampaikan oleh dosen , guru , maupun orang orang lain. Penyerapan ini akan menimbulkan sebuah rasa perhatian, dengan melakukan penyerapan tentu kita akan terdorong untuk memperhatikan apa saja yang ada di sekeliling kita, sehingga kita dapat mengambil hikmah apapun dan sekecil apapun yang ada di sekeliling kita. Menurut penuturan beliau rasa perhatian ini akan menimbulkan rasa senang dalam diri kita sehingga kita akan menjadi ikhlas dalam setiap perjalanan kehidupan. Karena terkadang ada yang tidak mennyenangi suatu hal, sehingga membuatnya menjadi acuh. Nah mungkin inilah salah satu cara melatih diri untuk menyenangi sesuatu hal yang kita benci, yaitu dengan memperhatikannya terlebih dahulu barulah membuat keputusan.
Mengingat yang dimaksud di sini adalah kemampuan untuk dapat mengingat beberapa atau bahkan semua hal. Mengingat merupakan salah satu kemampuan yang sangat diperhatikan oleh beberapa orang. Misal mengingat rumus rumus. Dari kemampuan mengingat ini akan menimbulkan atau menjadikan seseorang untuk hafal. Ya , mengingat memang tujuan utamanya untuk hafal.
Nalar , kemampuan untuk memikirkan hal secara logis, tidak menimbulkan kerancuan atau ambigu. Nalar di sini menjadi sangat penting karena memang sangat dibutuhkan untuk melakukan sebuah analisa. Seperti programmer yang harus dapat menggunakan nalarnya untuk membuat sebuah algoritma , begitu juga setiap permasalahan. Dan menjadi sangat penting lagi bagi para mahasiswa SI yang akan menjurus pada system analisis. Dalam bidang ini tentu nalar dan analisanya akan sangat menonjol sekali.
Ide , kemampuan untuk menimbulkan sebuah gagasan atau kreativitas atau sesuatu yang baru, lain dari yang lain. Dalam menimbulkan ide ini dilakukan dengan imajinasi imajinasi yang biasa dilakukan oleh orang orang kebanyakan ( mungkin (^_^) ). Karena memang banyak muncul iden melalui imajinasi imajinasi. Menurut penuturan dosen –hafizhahullah – PTSI 1A, ide pesawat terbang muncul karena imajinasi. Wallahu a’lam.




                      Dari luas ke sempit


            Di atas adalah gambar penjabaran visualisai ke dua. Di tuliskan Dari luas ke sempit, bahwa sebenarnya telah banyak mahasiswa yang menyelesaikan studinya dengan kemampuan keahlian masing masing, mulai dari yang umum , khusus , sampai pada tahap yang mengembangkannya lebih lanjut. 
            Gambar tersebut dibaca dari bawah ke atas, menunjukkan bahwa tidak sedikit mahasiswa yang hanya memiliki kemampuan akademis hingga memiliki ke tiga kemampuan yang diharapkan.
Akademis , telah dijelaskan bahwa akademis adalah kemampuan keahlian yang bersifat umum, artinya setiap mahasiswa akan mempunyai kemampuan ini. Dan ternyata akan dan telah ada banyak sekali mahasiswa yang memiliki kemampuan ini. Contohnya adalah dokter umum, guru SD , guru matematika , guru fisika , dan banyak lagi.
Profesi , kemampuan profesi , kemampuan yang bersifat khusus atau spesial. Dimana mahasiswa yang telah mempunyai kemampuan ini berarti telah memfokuskan keahliannya dalam satu keahlian saja. Akan dan telah banyak juga orang orang yang mencapai tahap ini, akan tetapi jumlahnya tentu tidak sebanyak dengan orang yang berkemampuan umum. Dalam hal ini orang ini jelas adalah seorang yang ahli dalam bidang tertentu yang dipilihnya, dan itu sangat baik. Contohnya adalah dokter spesialis, dosen fisika dengan keahlian gelombang , dosen matematika metode numerik , dosen matematika logika matematika, dosen pemrograman java , dan lain sebagainya.
Pribadi , kemampuan ini bersifat sangat khusus. Dimana seseorang yang telah memfokuskan keahliannya pada satu bidang khusus kemudian menerapkannya pada kehidupan lalu menghadirkan pengalaman pengalaman untuk drinya sendiri maupun orang lain. Nah , pengalaman pengalaman inilah yang membuat keahlian seseorang menjadi semakin special dan bersifat pribadi, karena memang pengalaman pribadilah yang membuat keahliannya itu berkembang ketahap yang semakin tinggi dan special (^_^). Contohnya Dokter spesialis yang telah banyak menangani penyakit, seperti dokter spesialis bedah yang mendapat beberapa pengalaman dari beberapa proses pembedahan.
Tampak dari gambar ke dua bahwa semakin berkembangnya kemampuan manusia maka akan semakin sedikit yang dapat memilikinya dan mengembangkannya lebih jauh lagi. Sebuah pengerucutan , semakin lama semakin sedikit (^_^).





            Gambar ke tiga adalah gambar penjabaran visualisasi kemampuan mahasiswa penerapan himpunan pada kehidupan sosial.
1 . Akademis
2. Profesi
3. Pribadi

N adalah irisan dari ketiganya, yang artinya memiliki dari ketiganya. N inilah yang sangat diharapkan ada pada mahasiswa. Mampu menguasai sebuah keahlian , dan memfokuskannya secara mendalam serta mengembangkan keahlian itu pada potensi dirinya melalui pengalaman pengalaman dalam perjalanan hidupnya . 


Kuliah ISD

Ibu Kota , 11 Oktober 2013


akhukum fillah arif zainurrohman

Program Menentukan Pajak

oleh : 
muhammad patria




#include <conio.h>
#include <stdio.h>

void main ()
{
int pajak,gaji,a,b,c,d,e   ;
printf ("program menentukan pajak\n");
printf ("masukan gaji:"); scanf ("%i",&gaji);

if (gaji<=25000000)
{pajak=gaji*10/100;
 printf ("pajak 10 persen: %i",pajak);
}

if (gaji>25000000)
{if (gaji<50000000)
 {pajak=25000000*10/100;
  a=gaji-25000000;
  b=a*25/100;
  c=pajak+b;
  printf ("pajak 10 persen : %i\n",pajak);
  printf ("pajak 25 persen: %i\n",b);
  printf ("jmlh pajak: %i",c);
 }
}

if (gaji>=50000000)
{pajak=25000000*10/100;
 a=gaji-25000000;
 b=a*25/100;
 c=gaji-50000000;
 d=c*35/100;
 e=pajak+b+d;
 printf ("pajak 10 persen : %i\n",pajak);
 printf ("pajak 25 persen: %i\n",b);
 printf ("pajak 35 persen : %i\n",d);
 printf ("jmlh pajak: %i",e);
}



getch();
}


 Tampilan

F:\pajak.exe
program nenentukan pajak
masukan gaji:30000000
pajak 10 persen:2500000
pajak 25 persen:1250000
pajak 35 persen:0
jmlh pajak:3750000



Ibu kota , 10 Oktober 2013

akhukum fillah arif zainurrohman

Program mandiri Bag. (5)

oleh :
arif zainurrohman
danni setiadi
sepdia mautia putri











Ibu kota , 10 Oktober 2013

Akhukum fillah arif zainurrohman


Program mandiri Bag. (4)

   oleh :
arif zainurrohman
danni setiadi
sepdia mautia putri


Else
      Begin
           Clrscr;
           title;
           BukaFile;
           Ada:=False;
           x:=31;y:=6;
           Gotoxy(x+1,y+1);Write('-----------------');
           Gotoxy(x,y+2);Write('Atas Nama : ');Readln(NOCR);
           if NOCR = '' then
              goto dulas;
              While (Ada=False) And (i<>Filesize(Filekaraoke)) Do
              Begin
                   Seek(Filekaraoke,i);
                   Read(Filekaraoke,Data);
              If Data.nama=NOCR Then
                 Ada:=True
              Else
                  Inc(i);
              End;
              If (Ada=True) Then
                 Begin
                 clrscr;
                 title;
                 Gotoxy(x-5,y+7);Write(' Anda Member! ');
                 Gotoxy(x-5,y+8);write('Nama    : ',NOCR);
                 repeat
                 Gotoxy(x-5,y+9);Write('Jam Masuk  : ');readln(j[1].jam);
                 if j[1].jam > 24 then
                 until j[1].jam <25;
           tilas:
           Gotoxy(x-5,y+10);Write('Jam Keluar : ');readln(j[2].jam);
           if (j[2].jam > 24) or (j[2].jam < j[1].jam) then
              goto tilas;
           j[3].jam:=j[2].jam-j[1].jam;
           luh:
           Gotoxy(x-5,y+11);Write('Jenis Ruangan : ');readln(jenru) ;
           if (jenru='') then
              goto luh;
              clrscr;
              Gotoxy(28,2);writeln(teks2);
              Gotoxy(1,y-2);Writeln(garspas);
              Gotoxy(x-5,5);Writeln(' Nama              : ',NOCR);
              Gotoxy(x-5,6);Writeln(' Waktu Masuk       : ',j[1].jam);
              Gotoxy(x-5,7);Writeln(' Waktu Keluar      : ',j[2].jam);
              Gotoxy(1,8);Writeln(garspas);
              lan:
              Gotoxy(x-5,10);Writeln(' Jenis Ruangan     : ',jenru);
              if (jenru='') then
                 goto lan;
                 harga1:=j[3].jam*200000;

                 harga2:=j[3].jam*100000;
pajak:=10000;
                 if (jenru = 'VVIP') or (jenru = 'vvip') then
                    begin
                    Gotoxy(x-5,11);write (' Harga             : Rp. ',harga1:10:2);
                    potongan:=0.1*harga1;
                    total:=harga1+pajak-potongan;
     end else
                 if (jenru = 'VIP') or (jenru = 'vip') then
                    begin
                    Gotoxy(x-5,12);write (' Harga             : Rp. ',harga2:10:2);
                    potongan:=0.1*harga2;
                    total:=harga2+pajak-potongan;
                 end;
              Gotoxy(x-5,13);Writeln(' Pajak             : Rp. ',pajak:10:2);
              Gotoxy(x-5,14);Writeln(' Potongan          : Rp. ',potongan:10:2);
              Gotoxy(x-5,15);Writeln(' Total             : Rp. ',total:10:2);
              Gotoxy(1,16);Writeln(garspas);
              malas:
              gotoxy(x-5,17);write(' Uang dibayar      : Rp. ');
              gotoxy(x+21,17);readln(ubay);
              if ubay < total then
                 goto malas;
                 gotoxy(x+20,17);writeln(ubay:10:2);
                 ukem:=ubay - total;
                 Gotoxy(x-5,18);Writeln(' Uang Kembali      : Rp. ',ukem:10:2);
                 Gotoxy(1,19);Writeln(garspas);
                 Gotoxy(1,y+14);Writeln(' ARDASEP PALEMBANG ');
                 Gotoxy(1,y+15);Writeln(' JL. IMPIAN BLOK X NO Y ');
                 Gotoxy(1,y+16);Writeln(' PALEMBANG ');
                 Gotoxy(35,y+15);Writeln(' Phone :  (0711) 1234567 ');
              End
              Else
              Begin
                   Gotoxy(x-5,y+7);Write(' Anda Bukan Member! ');
                   Gotoxy(x-5,y+8);write('Nama    : ',NOCR);
              repeat
                    Gotoxy(x-5,y+9);Write('Jam Masuk  : ');readln(j[1].jam);
              if j[1].jam > 24 then
              until j[1].jam <25;
                    patlas:
                    Gotoxy(x-5,y+10);Write('Jam Keluar : ');readln(j[2].jam);
                    if (j[2].jam > 24) or (j[2].jam < j[1].jam) then
                    goto patlas;
                    j[3].jam:=j[2].jam-j[1].jam;
                    ju:
                    Gotoxy(x-5,y+11);Write('Jenis Ruangan : ');readln(jenru) ;
                    if (jenru='') then
                       goto ju;
                       clrscr;
                       Gotoxy(28,2);writeln(teks2);
                       Gotoxy(1,y-2);Writeln(garspas);
                       Gotoxy(x-5,5);Writeln(' Nama              : ',NOCR);
Gotoxy(x-5,6);Writeln(' Waktu Masuk       : ',j[1].jam);
                       Gotoxy(x-5,7);Writeln(' Waktu Keluar      : ',j[2].jam);
                       Gotoxy(1,8);Writeln(garspas);
                       nam:
                       Gotoxy(x-5,10);Writeln(' Jenis Ruangan     : ',jenru);
                       if (jenru='') then
                       goto nam;
                        harga1:=j[3].jam*200000;
                        harga2:=j[3].jam*100000;
                        pajak:=10000;
                        if (jenru = 'VVIP') or (jenru = 'vvip') then
                        begin
                             Gotoxy(x-5,11);write (' Harga             : Rp. ',harga1:10:2);
                             potongan:=0;
                             total:=harga1+pajak-potongan;
                        end else
                        if (jenru = 'VIP') or (jenru = 'vip') then
                        begin
                             Gotoxy(x-5,12);write (' Harga             : Rp. ',harga2:10:2);
                             potongan:=0;
                             total:=harga2+pajak-potongan;
                        end;
              Gotoxy(x-5,13);Writeln(' Pajak             : Rp. ',pajak:10:2);
              Gotoxy(x-5,14);Writeln(' Potongan          : Rp. ',potongan:10:2);
              Gotoxy(x-5,15);Writeln(' Total             : Rp. ',total:10:2);
              Gotoxy(1,16);Writeln(garspas);
              namlas:
              gotoxy(x-5,17);write(' Uang dibayar      : Rp. ');
              gotoxy(x+21,17);readln(ubay);
              if ubay < total then
                 goto namlas;
                 gotoxy(x+20,17);writeln(ubay:10:2);
                 ukem:=ubay - total;
                 Gotoxy(x-5,18);Writeln(' Uang Kembali      : Rp. ',ukem:10:2);
                 Gotoxy(1,19);Writeln(garspas);
                 Gotoxy(1,y+14);Writeln(' ARDASEP PALEMBANG ');
                 Gotoxy(1,y+15);Writeln(' JL. IMPIAN BLOK X NO Y ');
                 Gotoxy(1,y+16);Writeln(' PALEMBANG ');
                 Gotoxy(35,y+15);Writeln(' Phone :  (0711) 1234567 ');
              End;
           Gotoxy(x-3,y+19);Write('Mau Data Lain [Y/T]: ');Lagi:=Upcase(Readkey);
      End;
      Until Lagi<>'Y';
End;
Procedure arif;
begin
end;
Procedure Anggota;
var  
pal:char;
Begin
           Clrscr;
     title;
     x:=30; y:=6;
     Gotoxy(35,y);Write('MENU PENGURUSAN ANGGOTA');
     Gotoxy(34,y+1);Write('============');
     Gotoxy(x,y+2);Write('1. TAMBAH ANGGOTA');;
     Gotoxy(x,y+3);Write('2. TAMPILKAN DATA ANGGOTA');
     Gotoxy(x,y+4);Write('3. HAPUS DATA ANGGOTA');
     Gotoxy(32,y+5);Write('Pilihan [1..3]: ');Pal:=Readkey;
Case pal of
    '1' :Tambah;
    '2' :Tampil;
    '3' :Hapus;
    end;
End;
Procedure Ruangan;
var
   pel:char;
Begin
     Clrscr;
     title;
     x:=30; y:=6;
     Gotoxy(35,y);Write('MENU PENGURUSAN RUANGAN');
     Gotoxy(34,y+1);Write('============');
     Gotoxy(x,y+2);Write('1. TAMBAH DATA RUANGAN');
     Gotoxy(x,y+3);Write('2. TAMPILKAN DATA RUANGAN');
     Gotoxy(x,y+4);Write('3. UBAH STATUS RUANGAN');
     Gotoxy(x,y+5);Write('4. HAPUS DATA RUANGAN');
     Gotoxy(32,y+6);Write('Pilihan [1..4]: ');Pel:=Readkey;
Case pel of
    '1' :Tambah1;
    '2' :Tampil1;
    '3' :Edit;
    '4' :Hapus1;
    end;
End;
Begin
Repeat
Menu;
Case Pil Of
'1' : Anggota;
'2' : Ruangan;
'3' : Pelanggan;
'4' : Akhir;
end;
Until (Pil='4');
End. 



Ibu kota , 10 Oktober 2013

akhukum fillah arif zainurrohman