Tampilkan postingan dengan label Bahasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa. Tampilkan semua postingan

Manusia dan Organisasi

Oleh :
arifzainurrohman

Manusia merupakan suatu komponen atau suatu dimensi dalam sebuah organisasi yang sangat penting. Merupakan salah satu faktor pendukung dalam suatu organisasi. Perilaku -perilaku dari suatu organisasi hakikatnya adalah hasil dari berbagai macam interaksi antar manusia atau individu dalam suatu organisasi. Ada sebagian peneliti yang mengasumsikan bahwa untuk memahami perilaku - perilaku dalam suatu organisasi, maka yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah memahami perilaku - perilaku manusia dalam organisasi tersebut.

Menurut David A. Nadhler (1970) dikatakan pula oleh Anoraga (1995:54) dan Thoha (2007:33) bahwa perilaku manusia adalah sebagai suatu fungsi dari integrasi antara person atau individu dengan lingkungannya. Sebagai contoh, tukang pos yang mengantarkan surat - surat ke alamat tujuan, seorang dokter di rumah sakit, seorang guru mengajar di sekolah, dan seorang ustadz yang khotbah di masjid. Setiap karakter manusia diperlihatkan sesuai dengan pekerjaan atau jabantannya yang berbeda - beda. Perilaku masing - masing manusia tentulah berbeda - beda disesuaikan dengan lingkunannya.

Berkenaan dengan perilaku manusia dalam suatu organisasi, penulis melakukan observasi selama enam bulan terhadap salah satu pengurus organisasi di salah satu kampus swasta di depok. Acuan yang penulis gunakan adalah salah satu pendapat dari seorang sosiolog yang bernama George Herbert Mead (1934). George merupakan salah seorang pengajar dalam bidang psikologi sosial pada departemen filsafat Universitas Chicago. George mempercayai bahwa keanggotaan seorang manusia dalam suatu organisasi atau suatu kelompok sosial, dapat menghasilkan perilaku yang sama dengan perilaku manusia - manusia lain di dalam organisasi tersebut. Sebagai gambaran perilaku seorang anak yang sama dengan perilaku orang tuanya ataupun perilaku seorang murid sama dengan perilaku gurunya. Frekuensi interaksi antara anak dan siswa pada gambaran diatas sangat mempengaruhi kesamaan perilaku dengan orang tuanya dan gurunya.

Salah seorang mahasiswa yang penulis amati merupakan seorang mahasiswa yang aktif dalam sebuah organisasi dan mahasiswa itu mengakui sendiri bahwa dirinya "tangan kanan" dari salah seorang dosen. Mahasiswa itu mengaku bahwa setiap sang dosen menghadiri sebuah acara dia cukup sering diberi kesempatan untuk mendampingi sang dosen. Interaksi dari keduanya tergolong sering, karena setiap satu kali dalam satu minggu selalu terjadi komunikasi diantara keduanya. Dari pengamatan penulis sendiri secara langsung memang tampak keakraban diantara keduanya. Beberapa pola pikir, sifat, perilaku, dan perkataan diantara keduanya pun sangat mirip. Bahkan dibeberapa kesempatan ketika penulis mengamati sang mahasiswa dan sang dosen, pola pikir,perilaku, dan perkataan sang mahasiswa sama dengan sang dosen.

Dari pengamatan penulis di atas, penulis tertarik dengan ketertarikan George dalam mengkaji interaksi sosial seperti pengamatan penulis di atas. George tertarik mengkaji apakah perilaku seseorang dipengaruhi oleh simbol atau perilaku yang dikeluarkan oleh orang lain. Dimana ketertarikan George ini mirip dengan teori pertukaran sosial. Sedangkan apa yang penulis ingin amati adalah sejauh mana pengaruh perilaku seseorang terhadap orang lain.

Sumber Bacaan :
1. Psikologi Kepribadian
2. Perilaku Organisasi Buku Ajar Dosen dan Mahasiswa Perguruan Tinggi
3. http://pensa-sb.info/perspektif-dalam-psikologi-sosial/


Ibu Kota 18 Juli 2016
akhukumfillah arifzainurrohman

Ujian Praktik Bahasa Indonesia



Bentuk Ujian Praktik:  Menulis Karya Tulis Ilmiah (Sederhana)
Tema:

  1. Belum meratanya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi pada lembaga pendidikan di Indonesia
  2. Masih kurangnya peduli masyarakat Ibu Kota dalam memelihara lingkungan
  3. Masih relevankah UN sebagai tolak ukur standar pendidikan di Indonesia
    Belum layaknya pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di Jakarta

Perhatian!
·         Siswa memilih salah satu tema di atas sebagai tema tulisannya.
·         Tema tersebut boleh dipersempit lagi menjadi subtema yang lebih khusus atau spesifik.
·         Siswa mengumpulkan bahan atau materi  rujukan yang berhubungan dengan tema karya tulis yang akan dipilih beberapa hari sebelum ujian praktik dilaksanakan.
·         Materi dikumpulkan dari media internet, koran, atau buku.
·         Materi dapat berupa artikel atau bentuk tulisan lainnya.
·         Pada saat ujian praktik, materi tersebut boleh dibawa dan dilihat sebagai rujukan atau referensi.
·         Siswa boleh merekonstruksi atau memparafrasa  sebuah atau beberapa tulisan yang terdapat di dalam materi yang dibawa sebagai sumber atau rujukan, tetapi tidak boleh menjiplak utuh atau menyalin ulang tulisan tersebut.
·         Karya tulis disusun berdasarkan struktur karya tulis ilmiah yang terdapat pada materi yang saya sertakan bersama  lampiran ini.
·         Pelajari dengan baik materi  tentang karya tulis ilmiah dan contohnya tersebut.


MATERI
Karya Tulis Ilmiah Sederhana

Struktur dan isi karya tulis ilmiah yang sederhana minimal harus meliputi  bagian pendahuluan, pembahasan, dan  penutup. Secara ringkas struktur karya tulis ilmiah sederhana adalah sebagai berikut.

JUDUL
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Perumusan Masalah
1.3 Tujuan
II PEMBAHASAN
III PENUTUP
3.1 Simpulan
3.2 Saran

Pendahuluan
Bagian pendahuluan berisi latar belakang,  perumusan masalah, dan tujuan


Latar Belakang
Latar belakang berisi uraian tentang fakta-fakta atau keadaan yang tengah berlaku atau menggejala  di masyarakat. Fakta, keadaan, atau  gejala tersebut diuraikan untuk mengantarkan tulisan kepada masalah yang akan dibahas. Pada bagian latar belakang juga diuraikan alasan mengapa  penulis  tertarik memilih  suatu masalah  untuk dibahas di dalam karya tulis tersebut.

Perumusan Masalah
Bagian perumusan masalah berisi masalah yang akan dibahas. Masalah yang akan dibahas dirumuskan dalam kalimat tanya.

Contoh: Bagaimanakah penanggulangan demam berdarah dengan metode 3 M (mencegah,    
                menguras, menimbun)?

Tujuan
Bagian tujuan berisi tentang tujuan pembahasan karya tulis tersebut. Tujuan berkaitan dengan perumusan masalah yang akan dibahas.
Contoh: Tujuan karya tulis ini adalah sebagai berikut.
a.    Menjelaskan  pengertian metode pencegahan demam berdarah dengan  3 M (mencegah, menguras, menimbun).
b.   Menjelaskan cara  penanggulangan demam berdarah dengan metode 3 M (mencegah, menguras, menimbun).

Pembahasan
Bagian Pembahasan berisi uraian, penjelasan, dan pembahasan suatu masalah. Isi uraian dan penjelasan dalam bagian pembahasan harus menjawab pertanyaan yang diajukan dalam bagian Perumusan Masalah. Isi pembahasan juga harus disesuaikan dengan tujuan karya tulis.

Penutup
Bagian Penutup berisi Simpulan dan Saran. Simpulan berisi ringkasan dari pembahasan. Dengan demikian, Simpulan berisi poin-poin  jawaban dari  perumusan masalah. Saran berisi celah atau kekurangan dari  pembahasan karya tulis yang berkemungkinan untuk diperbaiki atau dikembangkan oleh penulis lain. Bagian Saran juga dapat berisi usul penulis agar celah, kekurangan, atau hal yang belum dibahas atau dilengkapi penulis agar dibahas oleh penulis lainnya.

Catatan:

Untuk lebih memahami seperti apa isi dari uraian dalam pendahuluan (latar belakang, masalah, tujuan), pembahasan, dan simpulan, disarankan agar siswa membaca dahulu contoh-contoh karya tulis ilmiah yang dapat dicari di internet.

Sumber : SMK Telkom SPJ

Ibu kota , 29 september 2013

akhukum fillah arif zainurrohman

Catatan Bahasa Indonesia

1. Judul
Judul adalah nama karangan. Judul harus sesuai dengan isinya karena judul mencerminkan isi. Judul biasanya berupa kelompok kata (bukan kalimat).
2. Identitas Penulis
Identitas penulis adalah nama dan gelar dari penulisnya. Mungkin juga tentang status, kedudukan, dan jabatan penulis.
3. Latar Belakang
Latar belakang adalah hal-hal yang melatarbelakangi karya tulis itu disusun. Dalam latar belakang termuat kondisi ideal yang diinginkan (secara ilmiah) dan kondisi yang senyatanya. Antara kondisi ideal dengan keadaan senyatanya biasanya timbul waktu perbedaan. Perbedaan itulah yang disebut masalah, dan masalah itulah yang diangkat menjadi topik dalam tulisan.
4. Rumusan Masalah
Setelah masalah atau topik ditemukan, selanjutnya perlu dirumuskan secara operasional menjadi beberapa rincian detail dan sistematis. Rumusan masalah disusun dalam bentuk kalimat tanya.
5. Pembahasan
Pembahasan merupakan bagian inti makalah, yang disusun berdasarkan urutan rumusan masalah di atas. Materi pembahasan bisa bersumber dari data penilitian, merujuk pendapat pakar tertentu, ataupun meurut perkembangan logika kita. Panjang pendek makalah bergantung kepada seberapa jauh kedalaman pembahasannya.
6. Kesimpulan
Dari hasil pembahasan di atas, selanjutnya ditarik kesimpulan. Urutan dalam kesimpulan harus sama dengan urutan rumusan masalah dan urutan pembahasan.
7. Implikasi dan saran
Pada bagian ini kamu dapat menuliskan saran dan penerapan hasil penelitian kamu dalam bentuk kalimat. Implikasi dan saran hendaknya tidak meyimpang dari hasil pembahasan.
8. Daftar Pustaka
Daftar pustaka adalah daftar buku atau referensi yang dijadikan rujukan dalam menulis makalah. Adapun urutan/pola daftar pustaka adalah sebagai berikut.
a. Nama penulis, yaitu nama penulis buku yang dirujuk. Jika nama penulis terdiri dari dua kata atau lebih, maka penulisan nama penulisnya perlu dibalik. Gelar pada umumnya tidak dicantumkan.
b. Tahun terbitnya buku yang dirujuk.
c. Judul buku yang dirujuk.
d. Kota, yaitu nama kota buku itu diterbitkan.
e. Nama penerbit yang menerbitkan buku itu.
Contoh: Sudjana, Nana. 1998. Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah. Bandung: Sinar Baru.
9. Kutipan
Sebuah kutipan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
a. Kutipan langsung
Kutipan langsung yaitu kutipan yang sama persis dengan teks aslinya. Dalam mengutip langsung, tidak diperbolehkan mengubah sedikit pun dari sumber aslinya. Jika ingin mengubah karena disesuaikan dengan EYD, kutipan itu harus diberi tanda siku [............]. Dan bila ada bagian yang meragukan, kutipan itu diberi tanda (sic!) yang artinya pengutip tidak bertanggung jawab terhadap isi kutipan.
b. Kutipan tak langsung
Kutipan tak langsung yaitu kutipan tulisan orang lain yang diambil intisari buku yang dikutip. Dalam kutipan tak langsung ini, pengutip cukup mengambil bagian-bagian tertentu yang dianggap penting kemudian dijadikan satu dengan tulisan sendiri. Penulisan sumber kutipan dapat diletakkan di akhir pendapat penulis atau dalam catatan kaki.
Untuk lebih jelasnya cara penulisan sebuah makalha, coba kamu perhatikan contoh sistematika karya ilmiah berikut.
Judul : . . . .
Bab I. Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
Bab II. Kajian Pustaka
Bab III. Pembahasan
Bab IV. Penutup
A. Kesimpulan
B. Saran
1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari empat anggota!
2. Susunlah karya tulis sederhana (makalah) dengan tema berikut!
• Pendidikan Keluarga
• Kenakalan Remaja
3. Susun dengan sistematika yang benar!
4. Kumpulkan kepada gurumu!
Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang hubungan antarklausanya setara atau setingkat (koordinatif). Hubungan setara ini dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.
1. Kalimat majemuk setara hubungan sejajar (hubungan perjumlahan), biasanya ditegaskan dengan kata sambung: dan, serta, kemudian, lalu, sesudah itu.
Contoh : Ayah mencuci mobil, lalu bersiap-siap mengantar adik ke sekolah.
2. Kalimat majemuk setara hubungan pilihan, biasanya menggunakan kata sambung atau.
Contoh : Kamu memilih baju warna merah atau warna hijau?
3. Kalimat majemuk setara hubungan perlawanan atau pertentangan, biasanya ditandai dengan pemakaian kata sambung tetapi, tapi, akan tetapi, melainkan, sedangkan. Contoh : Orang yang berkebaya biru itu bukan ibunya, melainkan bibinya yang berasal dari Magelang.


Sumber :
Martanti dan Supratiwi P, 2009, Kreatif Berbahasa Indonesia 3: untuk SMP dan MTs Kelas IX, Jakarta : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, h. 146 – 149.



Ibu kota, 29 september 2013

akhukum fillah arif zainurrohman

BAHASA ARAB PERCAKAPAN RINGAN

created by : Tohari Ramadhan Amin in Jakarta, oct 17 2011

Bismillah, berikut ini adalah istilah-istilah singkat yang biasa digunakan oleh para penuntut ilmu syar'i.

Afwan = maaf.
Tafadhdhol= silahkan (untuk umum
Tafadhdholy = silahkan (untuk perempuan)
Mumtaz = keren, bagus banget
Na'am = iya
Laa Addri = tidak tahu
Syukron = terima kasih

Zadanallah ilman wa hirsha = smoga ALLAH manambah kita ilmu & semangat
Yassarallah/sahhalallah lanal khaira haitsuma kunna = semoga ALLAH mudahkan kita dalam kebaikan dimanapun berada
Allahummaghfir lana wal muslimin = ya ALLAH ampunilah kami & kaum muslimin

Laqod sodaqta = dengan sebenarnya
Ittaqillaah haitsumma kunta = Bertaqwalah kamu keoada Allah dimanapun kamu berada

Allahul musta'an = hanya ALLAH-lah tempat kita minta tolong
Barakallah fikum = semoga ALLAH memberi kalian berkah
Wa iyyak = sama-sama
Wa anta kadzalik = begitu jg antum
Ayyul khidmah = ada yg bisa dibantu ?
Nas-alullaha asSalamah wal afiah = kita memohon kepada ALLAH keselamatan dan kebaikan

Jazakumullah khayran = semoga ALLAH memmbalas kalian dengan lebih baik
Jazaakallahu khayran = semoga ALLAH membalasmu (laki2) dengan lebih baik
Jazaakillahu khayran = semoga ALLAH memmbalasmu (perempuan) dengan lebih baik

Allahumma ajurny fi mushibaty wakhlufly khairan minha = ya ALLAH berilah pahala pada musibahku dan gantikanlah dg yg lebih baik darinya.
Rahimakumullah = smoga ALLAH merahmati kalian
Hafizhanallah = semoga ALLAH menjaga kita
Hadaanallah = semoga ALLAH memberikan kita petunjuk/hidayah.
Allahu yahdik = semoga Allah memberimu petunjuk/hidayah

'ala rohatik = 'ala kaifik = terserah anda...
(biasanya digunakan dalam percakapan bebas atau lebih halusnya silahkan dikondisikan saja..)

ana = y = saya
anta = ka = kamu laki2
anti = ki = kamu prempuan
(maksudnya ==> kalau untuk kepada kamu laki2= kaifa haluka ? ; Kalau kepada kamu perempuan : kaifa haluki?)
antum = kum = kalian laki2
antunna = kunn = kalian prempuan
huwa = hu = dia laki2
hiya = ha = dia prempuan ===

mazata'malu ? = apa yg sedang kamu kerjakan ?
mazata'maluna ? = apa yg sedang kalian kerjakan ?
ana ata'allamu = saya sedang belajar
nahnu nata'allamu = kami sedang belajar al idhofatu = sandaran
--------------------------
------------------------------

Afwan, berhubung ada yang bertanya tentang arti kalimat2 umum dan sederhana dalam bahasa Arab yang sering di gunakan di group ini, maka semoga artikel sederhana (terjemahan bebas) ini bermanfaat.

- ana = saya
- anta = ka = kamu laki2
- anti = ki = kamu prempuan
- antum = kum = kalian laki2
- antunna = kunn = kalian prempuan
- huwa = hu = dia laki2
- hiya = ha = dia perempuan
- ya akhi = wahai saudaraku (laki2)
- ya ukhti = wahai saudaraku (perempuan)
- Akhi fillah = saudaraku seiman (kepada Allah)

- Jazaakallahu khayran = smoga ALLAH memmbalasmu dengan kebaikan.
- Jazakumullah khayiran = smoga ALLAH memmbalas kalian dengan kebaikan
- Allahu yahdik = Semoga Allah memberimu petunjuk
- Rahimahullah = Semoga Allah merahmatinya
- Rahimakumullah = smoga ALLAH mrahmati kalian
- Hafizhanallah = smoga ALLAH menjaga kita
- Hadaanallah = semoga ALLAH memberikan kita petunjuk.
- Afwan = maaf

- Zadanallah ilman wa hirshan = Semoga ALLAH manambah kita ilmu & smangat
- Yassarallah / sahhalallah lanal khaira haitsuma kunna = Semoga ALLAH mudahkan kita dalam kebaikan dimanapun berada

- Allahummaghfir lana wal muslimin = ya ALLAH ampunilah kami & kaum muslimin
- Allahul musta'an = hanya ALLAH lah tempat kita minta tolong
- Barakallahu fiik/kum = Semoga ALLAH memberi kalian berkah
- Wa iyyak/kum = sama2
- Wa anta kadzaalik = begitu jg antum
- Nas-alullaha assalamah wal aafiah = kita memohon kepada ALLAH keselamatan dan kebaikan

dipersilahkan bagi yg mau menambahkan / mengkoreksi,
& kalo ada yg mau menambahkan dgn huruf hijaiyah itu lebih baik
jazakumullah khayran

ana aidon = aku juga
thoyyib = baik lah..
laa ba'sa = ga papa
mafi musykila = ga masalah
sway-sway = dikit²


Salam Ukhuwah Fillah akhi wa ukhty


Terimakasih= di Jawab 'Afwan

Sebuah Ungkapan 'Afwan
Kata ‘afw berasal dari akar ‘a-f-w dengan pola ‘afa - ya‘fu - ‘afwan. Arti asal dari al-‘afw adalah al-qashdu li tanawuli asy-syai’, ‘keinginan atau tekad untuk mencapai sesuatu, demikian penjelasan al-Asfahani. Menurut Ibnu Manzur, kata al-‘afw memiliki dua makna, yaitu:
1) menunjuk kepada arti “meninggalkan” atau “mengabaikan sesuatu” dan
2) menunjuk kepada arti “menuntut sesuatu”. Ternyata, kata ‘afw ini Seperti ada suatu masalah yang tersadarkan sehingga jika seseorang meminta maaf maka di jawablah dengan 'afwan.

Tidak hanya itu, ternyata kata al-‘afw juga memiliki berbagai makna konotatif, di antaranya:

1. “meringankan/memudahkan” dan “memperluas”, seperti dalam Data (2: 187);
2. bermakna at-taktsir (memperbanyak/menambah banyak), seperti pada Data (7: 95);
3. dan bermakna al-fadhl (kelebihan), sebagaimana pada Data (2: 219).

Meskipun makna konotasinya banyak, namun makna-makna tersebut saling berdekatan. Analoginya, mengabaikan suatu siksa atau kesalahan (memaafkan) adalah suatu kebijakan yang memudahkan dan/atau meringankan. Selain itu, jika ada sesuatu yang meningkat atau bertambah banyak, maka ia akan mencapai kelebihan dan akan menjadikan pemiliknya merasa mudah dan ringan untuk memberikannya kepada orang yang membutuhkannya secara suka rela.

Penggunaan kata al-‘afw tidak hanya berlaku di antara Allah dan hamba-Nya (seperti tercantum di dalam ayat-ayat di atas), tetapi juga berlaku untuk hubungan antar sesama manusia sebagai bahasa pergaulan. Ini berbeda dengan kata maghfirah (Pengampunan), yang juga memiliki arti ‘memaafkan’? Makna kata al-‘afw ini memang tidak sedalam al-maghfirah (akarnya gh-f-r, yang Pandangan bahasa Indonesianya adalah ‘mengampuni’). Kata maghfirah ini lebih Langitan karena, acuannya dikhususkan hanya untuk Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun. Sedangkan kata al-‘afw penggunaannya tidak dikhususkan untuk Allah saja.

Terkadang Aneh sering terdengar (bahkan dalam pembicaraan berbahasa Indonesia sekalipun) ucapan “‘Afwan” sebagai jawaban dari seseorang yang mengucapkan “Syukran” yang mengungkapan (terima kasih)
Nah, kalau begitu, apa arti ‘Afwan dalam Lafadz ini?

Kata "syukran" di atas arti kata awalnya adalah, "syukur" (aku bersyukur atas ini; tetapi diterjemahkan secara bahasa yang di lafadzkan menjadi (‘terima kasih’).
dari beberapa makna al-‘afw di atas, yang mana kiranya yang sesuai dengan ungkapan "afwan" jawaban syukran ini? Kesemua makna di atas bisa bermakna "afwan" ini. Dan bisa jadi tidak ada satu pun yang sesuai. jadi tergantung maksud dari pengungkap yang melafadz kan kata "syuron" dan tergantung juga dari niat si pengungkap kedua yang melafadzkan "'afwan".

1. ‘Afwan semacam meringankan atau memudahkan dan memperluas apa maksud yang disyukuri oleh orang pertama.
2. ‘Afwan bisa berarti pengharapan nikmat yang disyukuri orang pertama akan bertambah banyak atau bahagia.
3. ‘Afwan dianggap sebagai ungkapan santun mengharapkan keafdalan untuk orang pertama.
4. ‘Afwan berarti mengabaikan (merasa tidak perlu) mendapatkan penghormatan berupa ucapan kesyukuran, karena yang patut mendapatkan kesyukuran hanya Allah SWT. Dan ini adalah suatu akhlak mulia dari kerendahan hati dar seseorang.
5. ‘Afwan bisa juga diterjemahkan dengan artian “Sama-sama” atau “Terima kasih kembali”. Nah, inilah penerjemahan yang mantafff...
Jika ingin mengartikan "‘afwan" di dalam bahasa percakapan. Karena penerjemahan bahasa asing (dalam pergaulan) yang baik, adalah yang pengertiannya mendekati pada bahasa sasaran. Bukankah di dalam bahasa Indonesia (bahasa sasaran) jawaban terima kasih biasanya adalah “sama-sama” atau “terima kasih kembali”? namun jika ungkapan syukron itu sendiri tidak di sertakan lafadz "Alhamdulillah..." maka bisa di ringankan dengan lafadz "'afwan" sebagai jawaban orang kedua. karena sesuatu kesenangan dan kebahagiaan hendaklah di sertakan terimakasih kepada yang Maha kuasa dalam ungkapan syukur(terimakasih)
Seperti di dalam contoh:
Seseorang ingin menjadi sahabat di sebuah wadah jejaring sosial. misalkan Facebook.  maka orang yang Add kita menggunakan bahasa Asing.(gaul geto loh..)
:::Syukron sudah confirmasi saya.
Lalu di jawablah oleh yang mengconfirmasi dengan jawaban
::: 'Afwan...^__^ di karenakan tiada ungkapan Alhamdulillahnya. sebagai ungkapan syukur kepada Allah. maka hendaklah di ringankan maksud dari sahabat kita yang menginginkan persahabatan tadi atau yang menginginkan di confirmasi. Pada awal dan akhirnya..saya ucapkan mohon maaf jika bacaan ini kurang nikmat untuk yang baca..."'Afwan" ya....
Wallahu 'alam bish-shawaab


 Sumber : http://dinoyudha.wordpress.com/2010/01/17/konsep-syukran-dan-afwan/

akhukum fillah arif zainurrohman

Jazakallah atau Jazakillah

Assalaamualaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakaatuh.
Ketenangan dan kesejukan hati semoga selalu menerangi hari hari kita semua.
“Jazakillah ya…”
“Jazakallah deh…”
“Jazakumullah, thanks, ok ?”
Pastinya sudah sangat akrab dan tdk asing lagi diantara kita kata-kata di atas.
“JazakAllaah”… sering kali kita jumpai di berbagai moment kesempatan, komen status, milis, pengajian, dsb.“JazaakAllaah” sebenarnya adalah bagian dari sebuah doa yg kita minta kepada ALLAH bagi orang yang menjadi perantara nikmat/kebaikan yg kita terima dari Allah.
Dengan hanya menyebutkan “JazakAllaah”, adalah berdoa kepada ALLAH tapi tdk menyebutkan apa permintaannya. Kita tahu bahwa sebagian syarat dikabulkannya doa adalah harus sungguh2, mengerti apa yg dimaksud, khusyuk, dst. Oleh karena itu marilah kita baca/tulis dgn lengkap. Misalnya“JazaakAllaahu khoiron”, dan seterusnya.
Kalau kita coba artikan maka :
“Jazaa = semoga memberi/menambah”,
“ka = engkau (lelaki tunggal)”,
“Allah = Allah”,
“khoiron = kebaikan”.
Sehingga maksud doa tersebut menjadi “Semoga ALLAH memberi/menambah kebaikan kepada engkau”.

Kalau kita mengikuti sunnahnya (misal yg ada dlm HR. Bukhori Kitab Tayamum, atau HR. Muslim kitab Haidh, Tirmidzi, Nasaa’i, Ibnu Maajah, Ahmad, dst), maka minimal ada:

JazaakAllaahu khoiron  (ka = engkau, lelaki)
Jazaakillaahu khoiron (ki = engkau, perempuan)
Jazaakumullaahu khoiron  (kum = kamu sekalian)
Jazaahumullaahu khoiron  (hum = mereka)

Al ‘ilmu qoblal qouli wal ‘amali = Ilmu sebelum membicarakan dan atau mengamalkan (minimal lihat Bukhori Kitabul-’ilmi), demikian itu sunnahnya. Jadi, saya mengingatkan kita semua, yakinkan kita mengetahui dengan benar dan sudah sesuai dengan dalilnya yg syah stiap apa2 yg akan kita amalkan.

Janganlah kita hanya sekedar ikut2an saja dan jangan juga menambah-nambahi apa yg sdh ada contohnya dari al-hadits.

Ingatlah pesan Rasulullah SAW: “Barang siapa mengada-ada (memperbaharui) dlm perkaraku yg mana hal tsb tidak ada dlm perkaraKu maka yg demikian itu ditolak”. {HR. Abu Dawud, Juz 4:4606 Kitab Sunnah}.
Hindari juga kita sembarang mengikuti apa yg biasa dilakukan seseorang.
Pesan Rasulullah SAW “.. mengikutilah pada sahabatku, kemudian pada org2 *yg mengikuti* pd sahabatku, kemudian pd org2 *yg mengikuti org2 yg mengikuti* pd sahabatku, kemudian akan tersebar dusta..” {minimal lihat HR. Tirmidzi, Juz 3:2254, Kitabul-Fitan}.
Jazaakumullaahu khoiron
Disebutkan oleh Ibnu Hadi, ungkapan yang lebih baik adalahJazakallaahu Khairan, atau Jazakillaahu Khairan, atauJazakumullaahu Khairan, atau Jazahumullaahu khairan, bukan cuma Jazakallaah, atau cuma Jazakillaah atau cumaJazakumullah, atau cuma Jazahumullah.
Kata Katsiyran dapat ditambahkan di akhir, artinya “yang banyak”, jadi lengkapnya:
Jazakallaahu khairan katsiyran, atau
Jazakillaahu khairan katsiyran, atau
Jazakumullaahu khairan katsiyran, atau
Jazahumullaahu khairan katsiyran.

Insya ALLAH bermanfaat.
Wassalaamu`alaikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh

Silahkan di copy atau disebarluaskan, karena hak cipta sepenuhnya adlh milik ALLAH SWT.

http://ankygautama.blogspot.com/2011/03/jazakallah-atau-jazakillah.html


akhukum fillah arif zainurrohman

Artikel Bahasa Indonesia


Pentingnya Pendidikan Formal

arif zainurrohman


ABSTRAK
Kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari kualitas sumber daya manusianya. Bangsa yang cerdas adalah bangsa yang mampu untuk menggunakan semua sumber daya yang dimiliki oleh bangsa tersebut. Kekayaan alam, kenakeragaman budaya, suku bangsa, dan bahasa yang ada di Indonesia akan dapat dimaksimalkan penggunaannya untuk menunjang kemajuan negara.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kecerdasan dan kualitas bangsa adalah dengan meningkatkan pendidikan dari semua sumber daya manusianya. Di dalam dunia pendidikan, kita mengenal 2 macam pendidikan, yaitu pendidikan formal dan pendidikan non-formal.
Apakah  yang dimaksud dengan pendidikan formal ? Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan formal ini terdiri dari pendidikan formal berstatus negeri dan pendidikan formal berstatus swasta.
Untuk mendukung kecerdasan bangsa, pemerintah melalu Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) membuat program yang dinamakan “Wajib Belajar 9 Tahun”. Program ini dibuat agar setiap Warga Negara Indonesia (WNI) dapat mengetahui pentingnya pendidikan.
Mengacu pada UUD 1945, landasan pokok keberadaan sistem pendidikan nasional adalah UUD 1945 Bab XIII, Pasal 31, ayat (1), yang menyatakan bahwa : “Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran.” Artinya bahwa setiap WNI memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan untuk dirinya sendiri, terutama pendidikan formal selama 9 tahun.
Pendidikan formal sangatlah penting. pendidikan ini nantinya akan menjadi dasar bagi pendidikan non formal. pendidikan non formal yang kita ambil tidak akan mengajarkan kita sesuatu yang tidak ada di pendidikan formal. dan yang kita dapatkan hanya satu bidang, tidak bermacam-macam seperti yang ada pada pendidikan formal. Maka dari itu Pemerintah menyadari akan pentingnya pendidikan formal. maka sd dan smp diberi keringanan tanpa spp tapi sayangnya sma juga sepertinya butuh di subsidi juga, karena masa pendewasaan seseorang ada di umur sekitar 15 hingga 18. Jadi lebih di arahkan ke jalan yang benar seperti halnya mengarahkan anak kecil belajar menulis.
Begitu banyak jenis pendidikan yang bisa diberikan kepada siswa agar siswa dapat memiliki identitas diri yang dapat dibanggakan untuk bangsanya. Pendidikan yang paling dekat dengan diri peserta didik adalah pendidikan yang diberikan oleh para orang tua dan setelah itu oleh para pendidik. Orang tua dan pendidik dapat menyadarkan para peserta didik akan pentingnya arti ilmu bagi dirinya, agamanya, dan terutama bagi bangsanya dimana kemajuan bangsa akan menjadi tanggung jawab para peserta didik tersebut dikemudian hari.

PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan modal utama untuk hidup di zaman yang penuh persaingan seperti saat ini. Di zaman modernisasi dan globalisasi, dibutuhkan keterampilan, wawasan dan pengetahuan, agar kita bisa bersaing di dunia pendidikan maupun di dunia kerja. Tiga hal tersebut bisa diperoleh melalui lembaga pendidikan formal. Lembaga pendidikan formal merupakan lembaga utama pengembangan pengetahuan, melatih kemampuan dan keahlian, menanamkan sikap modern pada individu, dan masih banyak hal yang kita dapatkan dalam bangku pendidikan tersebut. Sesuai dengan peran pendidikan sebagai engine of growth, dan penentu bagi perkembangan masyarakat, maka para peserta didik diharapkan mampu membawa masyarakat umum ke arah perkembangan yang positif, karena peserta didik merupakan ujung tombak bagi perkembangan pembangunan nasional. Tetapi, masih banyak  warga negara yang masih acuh tak acuh mengenai pentingnya pendidikan bagi kehidupannya. Masyarakat yang tidak menyadari pentingnya pendidikan formal akan menjadi masyarakat yang minim pengetahuan, kurang keterampilan, dan kurang keahlian. Mereka akan menjadi masyarakat yang tertinggal dan terbelakang karena mereka tidak bisa menyesuaikan kemajuan zaman.
Orang yang berpendidikan tinggi tidak akan mempunyai pemikiran-pemikiran yang sempit mengenai masa depan, mereka berorientasi dengan masa depannya. Orang yang berpendidikan tinggi juga akan hidup dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Mereka tahu apa yang akan dilakukan dengan masa depannya, tidak akan menyerah atau pasrah dengan keadaan. Sebaliknya, Orang-orang atau orang tua yang mempunyai jalan pikiran sempit yang menganggap pendidikan tidak penting, mengakibatkan anak-anak mereka yang tidak mengenyam pendidikan formal akan menjadi beban bagi masyarakat bahkan sering menjadi pengganggu ketentraman masyarakat. Hal ini diakibatkan oleh kurangnya pendidikan atau pengalaman intelektualnya, serta tidak memiliki keterampilan yang menopang kehidupan sehari-hari. Orang-orang tersebut kebanyakan ditemukan di desa-desa pelosok atau di daerah - daerah terpencil. Rendahnya minat orang tua terhadap pendidikan disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya faktor pribadi (tingkat kesadaran), faktor ekonomi, faktor sosial budaya , dan faktor letak geografis sekolah. Rendahnya minat orang tua untuk melanjutkan pendidikan anaknya ke Sekolah Menengah Pertama disebabkan: Pertama, faktor sosial budaya sebesar. Kedua, faktor kurangnya biaya pendidikan. Ketiga, faktor kurangnya tingkat kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan. Keempat, letak geografis sekolah. Jadi faktor ekonomi bukan penyebab utamanya, ada juga faktor pribadi , faktor sosial budaya, dan faktor letak geografis sekolah juga bisa menyebabkan rendahnya mi
nat pendidikan pada masyarakat.
ISI
            Pendidikan memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Di era globalisasi seperti sekarang ini, pendidikan memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan taraf hidup. Tingkat kesejahteraan manusia pada umumnya sangat bergantung pada tinggi rendahnya tingkat pendidikan. Pendidikan dapat memberikan jaminan bagi kehidupan seseorang. Semakin ketat persaingan yang terjadi membuat peranan pendidikan semakin penting. Pendidikan pun secara tidak langsung dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku seseorang. Pendidikan memegang peranan penting dalam pembangunan nasional. Beberapa fungsi pentingnya pendidikan sekolah antara lain untuk : perkembangan pribadi dan pembentukan kepribadian, penyebaran budaya, hubungan sosial, perubahan, melakukan seleksi dan melakukan alokasi tenaga kerja.
Ada sebuah anggapan bahwa perempuan tidak harus mempunyai pendidikan yang tinggi, karena pada akhirnya kaum perempuan hanya akan bekerja di dapur. Memang kewajiban seorang perempuan mengurus rumah tangga dan tentunya menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik. Pada zaman sekarang ini, telah banyak berubah tidak hanya kaum laki – laki yang dapat mencari nafkah, perempuan pun bisa mencari nafkah. Pendidikan bagi perempuan juga bisa menjadi bekal di masa mendatang. Tentunya, kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi di kemudian hari. Bisa keadaan mendesak perempuan bisa menggantikan peran laki – laki untuk menafkahi keluarganya.
            Peserta didik mendapatkan pendidikan agama yang cukup sedikit. Akibat dari hanyutnya pendidikan agama pada pribadi masyarakat dan siswa pada umumnya menimbulkan efek - efek sosial yang buruk. Bermacam-macam masalah sosial dan masalah-masalahh moral yang timbul di Indonesia seperti : meningkatnya pembrontakan remaja, meningkatnya kertidakjujuran, seperti suka bolos, nyontek, tawuran dari sekolah dan suka mencuri, berkurangnya rasa hormat terhadap orang tua, guru, dan terhadap figur - figur yang berwenang, meningkatnya kelompok teman sebaya yang bersifat kejam dan bengis, munculnya kejahatan yang memiliki sikap fanatik dan penuh kebencian, berbahasa tidak sopan, meningkatnya sifat-sifat mementingkan diri sendiri dan kurangnya rasa tanggung jawab sebagai warga negara, timbulnya gelombang perilaku yang merusak diri sendiri seperti perilaku seks bebas, penyalahgunaan narkoba dan perilaku bunuh diri, timbulnya ketidaktahuan sopan santun termasuk mengabaikan pengetahuan moral sebagai dasar hidup, seperti adanya kecenderungan untuk memeras tidak menghormati peraturan-peraturan, dan perilaku yang membahayakan terhadap diri sendiri atau orang lain, tanpa berpikir bahwa hal itu salah .
            Pendidik memiliki metode dalam pembelajaran. Kajian psikologi pendidikan telah melahirkan berbagai teori sistem pembelajaran. Kita mengenal adanya sejumlah teori dalam pembelajaran, seperti : teori pembelajaran klasik, hubungan, penguatan positif, pembelajaran ilmu – ilmu pasti (matematika), teori daya, teori kognitif dan teori-teori pembelajaran lainnya. Metode pembelajaran diharapkan proses belajar mengajar akan berjalan menyenakngkan dan tidak membosankan. Pastinya setiap pendidik mempunyai cara – cara khusus agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik yang nantinya akan membuat peserta didik menjadi senang dan semangat untuk belajar setiap hal – hal yang baru.
            Peserta didik memiliki kendala dalam belajar. Sebenarnya dunia pendidikan bukanlah tempat yang murni dari permasalahan, masih banyak faktor memacu yang membuat lingkungan sekolah tidak aman. Bukan saja karena eksistensi serta formalitas yang tidak memadai namun yang paling dominan adalah faktor individual yang ditimbulkan oleh perbuatan peserta didik itu sendiri, sehingga lembaga-lembaga pendidikan yang dipercaya dapat mendidik peserta didik menjadi pihak utama yang harus bertanggung jawab atas kenakalan - kenakalan yang dilakukan baik yang disengaja maupun tidak. Banyak orang tua yang melupakan tanggung jawabnya, Tujuan utama mereka bukan ingin mendidik anaknya menjadi orang sukses, tetapi lebih mementingkan pekerjaan demi kepentingan dirinya, Peserta didik tidak akan pernah bisa menghindari dengan yang namanya pergaulan bebas apalagi Peserta didik yang masih duduk dibangku sekolah. Interaksi sosial yang begitupun kental sesama peserta didik menimbulkan satu ikatan yang tidak dapat dipisahkan bagi persahabatan apapun dilakukan walaupun harus mengorbankan harga dirinya. Rasa percaya diri dalam mengembangkan potensi diri cukup mempengaruhi peserta didik dalam belajar.
            Peserta didik memiliki banyak cara untuk mencapai cita – cita. Peserta didik perlu tahu tentang beberapa hal mengenai dirinya sendiri. Setelah peserta didik mengetahui tentang ajang pembentuk diri, penentu masa depan peserta didik yang pasti peserta didik  juga ingin mencapainya dengan berbagai cara meskipun kadang kurang layak untuk dilakukan, kenyataaan yang sudah terbentang luas membuat peserta didik semakin tahu bahwa banyak sekali orang - orang yang mencapai cita - citanya dengan cara yang pastinya tidak layak untuk disebutkan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dengan cara yang layak.     
Peserta didik harus mempunyai pendirian yang kuat agar faktor penghambat dapat mereka kalahkan, bersaing dengan sehat, memperluas wawasan yang kita miliki (Tetap menjadi orang nomor 1 disekolah), selalu mengutamakan kejujuran, selalu belajar agar kita menjadi lebih baik, selalu mengoreksi diri agar menjadi pribadi yang siap, mampu menerima kekalahan dengan lapang dada, selalu berpikiran baik dalam menilai segala sesuatu, selalu berfikir bahwa kekalahan adalah kemenangan yang tertunda.

PENUTUP
Kesimpulan
Pendidikan adalah usaha manusia dalam meningkatkan pengetahuan tentang alam sekitarnya. Pendidikan diawali dengan proses belajar untuk mengetahui suatu hal kemudian mengolah informasi tersebut untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Saran
Untuk peningkatan prestasi belajar peserta didik dalam menempuh pendidikan yang berkualitas, maka saran yang penulis berikan antara lain :
a. Meningkatkan ketertarikan peserta didik terhadap pendidikan dengan berusaha mengambil hikmah dan pelajaran yang berasal dari lingkungan pendididikan formal.
b. Berusaha meningkatkan iman dan taqwa, sehingga peserta didik dapat berperilaku dan berbuat sesuai dengan ajaran agama yang mulia.
c. Meningkatkan peran serta lingkungan pendidikan semaksimal mungkin untuk dapat membimbing dan mengarahkan peserta didik untuk lebih berprestasi dalam pendidikan mereka.

Kuliah Bahasa Indonesia
akhukum fillah arif zainurrohman