Tampilkan postingan dengan label Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komputer. Tampilkan semua postingan

Alat Audit TI



Terdapat beberapa alat bantu dalam melakukan Audit TI, diantaranya sebagai berikut :

1. ACL

ACL (Audit Command Language), merupakan sebuah software yang sudah cukup populer untuk membantu analisa data.

2. Picalo

Picalo merupakan sebuah software sama halnya ACL, namun Picalo bekerja dengan menggunakan GUI Front End, dan telah difasilitasi dengan banyak fitur.

3. Powertech Compliance Assessment

PCA merupakan alat yang dipergunakan untuk audit dan benchmark.

4. Nipper

Nipper merupakan alat audit yang dapat digunakan untuk audit dan bencmark konfigurasi pada router.

5. Nessus

Nessus merupakan sebuah aplikasi untuk mengecek tingkat vulnerabilitas suatu sistem dalam ruang lingkup keamanan.

6. Metasploit

Metasploit merupakan sebuah framework penetrasi testing untuk mencari celah keamanan.

7. NMAP

NMAP adalah alat untuk audit keamanan yang dapat mengeksplorasi jaringan, administrator sistem dan menemukan banyak fungsi dalam gudang jaringan, mengatur jadwal service serta memantau host atau pelayanan.

8. Wireshark

Wireshark adalah aplikasi analisa jaringan protokol yang paling sering digunakan. Wireshark dapat menangkap data dan secara interaktif menelusuri jalannya alur data dalam jaringan.

Sumber Bacaan :
1. http://henindya.blogspot.co.id/2011/10/it-audit-tools.html

COBIT



Informasi dan teknologi merupakan faktor pendukung yang paling berharga dalam sebuah dunia bisnis. Namun tidak sedikit dari beberapa orang dapat memahaminya. Informasi dan teknologi merupakan aset yang berharga bagi sebuah perusahaan.

Banyak perusahaan yan sukses mengakui bahwa keunggulan teknologi dan informasi dapat mendorong nilai stakeholder mereka. Beberapa perusahaan juga memahami dan dapat mengelola hal - hal yang terkait dengan teknologi dan informasi, seperti meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan dan ketergantungan kritis bisnis terhadap proses teknologi informasi (IT).

Kebutuhan terhadap jaminan tentang nilai IT, manajemen resiko yang berkaitan dengan IT dan meningkatnya kebutuhan untuk kontrol atas informasi, dipahami sebagai elemen kunci dati pengelolaan perusahaan. Nilai, resiko, dan pengendalian merupakan inti dari pengelolaan IT.

IT menjadi penopang dan memperluas strategi serta tujuan suatu organisasi. IT diintegrasikan untuk memastikan bahwa IT benar - benar mendukung tujuan suatu organisasi. Pengelolaan IT memungkinkan untuk mengambil keuntungan penuh dari informasi yang didapat, sehingga memaksimalkan manfaat, memanfaatkan peluang dan mendapatkan keunggulan kompetitif.

Untuk mencapai hasil yang maksimal, memerlukan kontrol atas IT yang sesuai dan pendukung yang sesuai, yang  secara luas, kontrol dapat diterima untuk pengelolaan suatu organisasi atau perusahaan.

COBIT (Control Objectives for Information and Technology) memberikan praktik yang baik di seluruh domain dan proses framework serta menyajikan kegiatan dalam struktur yang dikelola dan logis. COBIT akan membantu mengoptimalkan investasi IT, memastikan pengiriman layanan dan memberikan ukuran terhadap sesuatu yang salah.

Untuk mencapai kesuksesan IT dalam memberikan pelayanan terhadap kebutuhan bisnis, manajemen harus menempatkan sistem pengendalian internal atau kerangka. Kerangka kontrol COBIT memberikan konstribusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara :
1. Membuat link dengan kebutuhan bisnis.
2. Kegiatan penyelenggara IT menjadi model proses yang berlaku umum.
3. Mengidentifikasi sumber utama IT untuk dimanfaatkan.
4. Mendefinisikan tujuan pengendalian manajemen untuk dipertimbangkan.

Orientasi bisnis COBIT terdiri dari penghubung tujuan bisnis dengan tujuan IT, menyediakan netrik dan model kedewasaan untuk mengukur prestasi dan mengidentifikasi tanggungjawab terkait bisnis, dan proses IT.

Proses fokus COBIT digambarkan oleh model proses yang membagi IT menjadi 4 doamin dan 34 proses sejalan dengan tanggungjawab, merencanakan, membangun, menjalankan dan memantau, memberikan end-to-end pandangan IT.

Konsep arsitektur enterprise membantu mengidentifikasi sumber daya penting bagi keberhasilan proses, yaitu, aplikasi, informasi, infrastruktur, dan sumber daya manusia.

Sumber Bacaan :
1. https://www.isaca.org/Knowledge-Center/cobit/Documents/COBIT4.pdf

Program Gaji Karyawan (Struct Array)

Oleh :
Arif Zainurrohman
 





 


 
 
 
Ibu Kota, 5 Juni 2015

akhukumfillah arifzainurrohman
 

Toko (C++)

oleh :
arif zainurrohman
 
 
#include<iostream>

using namespace std;

int main(){
int kaos,a,kemeja,b,blouse,c,kaos1,d,total,diskon,total_diskon;
kaos =30000;
kemeja =75000;
blouse =60000;
kaos1 =50000;
cout << "                  Toko " << endl;
cout << "----------------------------------------" << endl;
cout << " Jenis Barang              Harga Barang" << endl;
cout << " 1. Kaos Polos                 @ 30.000    " << endl;
cout << " 2. Kemeja Pria                @ 75.000    " << endl;
cout << " 3. Blouse                     @ 60.000    " << endl;
cout << " 4. Kaos Pendek                @ 50.000    " << endl; 
cout<<"Barang yang dibeli "<<endl;
cout<<"Jumlah Kaos polos : ";cin>>a;
cout<<"Jumlah kemeja pria : ";cin>>b;
cout<<"Jumlah blouse : ";cin>>c;
cout<<"Jumlah Kaos pendek : ";cin>>d;
total=(a*kaos)+(b*kemeja)+(c*blouse)+(d*kaos1);
cout<<"Jumlah pembelian : "<<total<<endl;
if(total>=100000&&total<200000){
    diskon=0.05*total;}
if(total>=200000&&total<500000){
    diskon=0.1*total;}
else{
    diskon=0.2*total;}
cout<<"harga diskon : "<<diskon<<endl;
total_diskon=total-diskon;
cout<<"Bayar : "<<total_diskon<<endl;
}
 
 
 
 
Ibu Kota, 1 Mei 2015

akhukumfillah arifzainurrohman
 

Deret Bilangan (C++)

oleh :
arif zainurrohman
 
 #include <iostream>
#include <stdio.h>
using namespace std;

int main () {
int i,j;
char k,m;
     for (i=1;i<=5;i++) {
     k ='b';
     m ='d';
     for (j=1;j<=i;j++)
     if (i==2)
     cout << k << " ";
     else if (i==4)
     cout << m << " ";
     else
     cout << j << " ";
     cout << endl ;}
    return 0;
   }


Ibu Kota, 1 Mei 2015

akhukumfillah arifzainurrohman

Rata - rata (C++)

oleh :
arif zainurrohman
 
 #include <iostream>
#include <stdio.h>

using namespace std;

int main() {
    int n,x,jumlah;
    float rata;
    rata=0;
    jumlah=1;
    x=1;
    n=0;
    while (x != 0) {
        cout << "Masukkan nilai (0 untuk berhenti)  : "; cin >> x;
        jumlah+=x;
        n++;
    }
    jumlah=jumlah-1;
    n=n-1;
    rata = jumlah/n;
    cout << "Banyak data     = " << n << endl;
    cout << "Jumlah data     = " << jumlah << endl;
    cout << "Rata rata data  = " << rata<< endl;
}


Ibu Kota, 30 April 2015

akhukumfillah arifzainurrohman

Matriks Ordo 3 (Pascal)



oleh :
arif zainurrohman



uses crt;
type t = object
                m1,m2 : array [1..3,1..3] of integer;
                lok:array[1..9]of integer;
                procedure input;
                procedure tampil;
                procedure tambah;
                procedure kurang;
                procedure deter;
                procedure transpos;
end;

var    m:t;
    i,j,k,pil,det1,det2:integer;

procedure t.input;
begin
    clrscr;
    writeln('Input Matrik I');
    for i := 1 to 3 do
    begin
        for j := 1 to 3 do
        begin
        write('Elemen Matrik [',i,',',j,'] : ');
        readln(m1[i,j]);
        end;
    end;
    gotoxy(35,1);
    writeln('Input Matrik II');k:=2;
    for i := 1 to 3 do
    begin
        for j := 1 to 3 do
        begin
        gotoxy(35,k);inc(k);
        write('Elemen Matrik [',i,',',j,'] : ');
        readln(m2[i,j]);
        end;
    end;
end;

procedure t.tampil;
begin
    writeln;
    writeln(' Matrik I ');
    writeln('              ');
    writeln(m1[1,1]:5,m1[1,2]:5,m1[1,3]:5);
    writeln(m1[2,1]:5,m1[2,2]:5,m1[2,3]:5);
    writeln(m1[3,1]:5,m1[3,2]:5,m1[3,3]:5);
    gotoxy(35,12);writeln(' Matrik II ');
    gotoxy(35,14);writeln(m2[1,1]:5,m2[1,2]:5,m2[1,3]:5);
    gotoxy(35,15);writeln(m2[2,1]:5,m2[2,2]:5,m2[2,3]:5);
    gotoxy(35,16);writeln(m2[3,1]:5,m2[3,2]:5,m2[3,3]:5);
    readln;
end;

procedure t.deter;
begin
    writeln;
    writeln(' Matrik I ');
    writeln('              ');
    writeln(m1[1,1]:5,m1[1,2]:5,m1[1,3]:5 , '|' , m1[1,1]:5,m1[1,2]:5);
    writeln(m1[2,1]:5,m1[2,2]:5,m1[2,3]:5 , '|' , m1[2,1]:5,m1[2,2]:5);
    writeln(m1[3,1]:5,m1[3,2]:5,m1[3,3]:5 , '|' , m1[3,1]:5,m1[3,2]:5);
    gotoxy(35,2);writeln(' Matrik II ');
    gotoxy(35,4);writeln(m2[1,1]:5,m2[1,2]:5,m2[1,3]:5 , '|' , m2[1,1]:5,m2[1,2]:5);
    gotoxy(35,5);writeln(m2[2,1]:5,m2[2,2]:5,m2[2,3]:5 , '|' , m2[2,1]:5,m2[2,2]:5);
    gotoxy(35,6);writeln(m2[3,1]:5,m2[3,2]:5,m2[3,3]:5 , '|' , m2[3,1]:5,m2[3,2]:5);
    writeln;
    det1:=(m1[1,1]*m1[2,2]*m1[3,3])+(m1[1,2]*m1[2,3]*m1[3,1])+(m1[1,3]*m1[2,1]*m1[3,2])-(m1[3,1]*m1[2,2]*m1[1,3])-(m1[3,2]*m1[2,3]*m1[1,1])-(m1[3,1]*m1[2,1]*m1[1,2]);
    det2:=(m2[1,1]*m2[2,2]*m2[3,3])+(m2[1,2]*m2[2,3]*m2[3,1])+(m2[1,3]*m2[2,1]*m2[3,2])-(m2[3,1]*m2[2,2]*m2[1,3])-(m2[3,2]*m2[2,3]*m2[1,1])-(m2[3,1]*m2[2,1]*m2[1,2]);
    writeln;
    writeln('Determinan Matrik I  : ',det1);
    writeln('Determinan Matrik II : ',det2);
    readln;
end;

procedure t.tambah;
begin
    writeln;
    writeln(' Penjumlahan Matrik ');
    writeln('---------------------------------------');
    lok[1]:=(m1[1,1]+m2[1,1]);
    lok[2]:=(m1[1,2]+m2[1,2]);
    lok[3]:=(m1[1,3]+m2[1,3]);
    lok[4]:=(m1[2,1]+m2[2,1]);
    lok[5]:=(m1[2,2]+m2[2,2]);
    lok[6]:=(m1[2,3]+m2[2,3]);
    lok[7]:=(m1[3,1]+m2[3,1]);
    lok[8]:=(m1[3,2]+m2[3,2]);
    lok[9]:=(m1[3,3]+m2[3,3]);
    writeln;
    writeln(lok[1]:5,lok[2]:5,lok[3]:5);
    writeln(lok[4]:5,lok[5]:5,lok[6]:5);
    writeln(lok[7]:5,lok[8]:5,lok[9]:5);
    readln;
end;

procedure t.kurang;
begin
    writeln;
    writeln(' Pengurangan Matrik  ');
    writeln('---------------------------------------');
    lok[1]:=(m1[1,1]-m2[1,1]);
    lok[2]:=(m1[1,2]-m2[1,2]);
    lok[3]:=(m1[1,3]-m2[1,3]);
    lok[4]:=(m1[2,1]-m2[2,1]);
    lok[5]:=(m1[2,2]-m2[2,2]);
    lok[6]:=(m1[2,3]-m2[2,3]);
    lok[7]:=(m1[3,1]-m2[3,1]);
    lok[8]:=(m1[3,2]-m2[3,2]);
    lok[9]:=(m1[3,3]-m2[3,3]);
    writeln;
    writeln(lok[1]:5,lok[2]:5,lok[3]:5);
    writeln(lok[4]:5,lok[5]:5,lok[6]:5);
    writeln(lok[7]:5,lok[8]:5,lok[9]:5);
    readln;
end;

procedure t.transpos;
begin
    writeln;
    writeln(' Transpose Matrik I ');
    writeln(m1[1,1]:5,m1[2,1]:5,m1[3,1]:5);
    writeln(m1[1,2]:5,m1[2,2]:5,m1[3,2]:5);
    writeln(m1[1,3]:5,m1[2,3]:5,m1[3,3]:5);
    gotoxy(35,2);writeln(' Transpose Matrik II ');
    gotoxy(35,3);writeln(m2[1,1]:5,m2[2,1]:5,m2[3,1]:5);
    gotoxy(35,4);writeln(m2[1,2]:5,m2[2,2]:5,m2[3,2]:5);
    gotoxy(35,5);writeln(m2[1,3]:5,m2[2,3]:5,m2[3,3]:5);
    readln;
end;

begin
    repeat;
    clrscr;
    gotoxy(25,1);writeln('  *** Menu Matrik *** ');
    gotoxy(25,2);writeln('  1. Input Matrik  ');
    gotoxy(25,3);writeln('  2. Transpose Matrik  ');
    gotoxy(25,4);writeln('  3. Determinan Matrik  ');
    gotoxy(25,5);writeln('  4. Penjumlahan Matrik  ');
    gotoxy(25,6);writeln('  5. Pengurangan Matrik  ');
    gotoxy(25,7);writeln('  6. Keluar  ');
    gotoxy(25,8);write('  Pilihan [1..6] : ');
    readln(pil);
    case pil of
    1: begin
       m.input;
       m.tampil;
       end;
    2: begin
       clrscr;
       m.transpos;
       end;
    3: begin
       clrscr;
       m.deter;
       end;
    4: begin
       clrscr;
       m.tambah;
       end;
    5: begin
       clrscr;
       m.kurang;
       end;
    end;
    until (pil = 6);
   
end.





Ibu Kota, 23 April 2015

akhukumfillah arifzainurrohman

Deret (Fungsi For )



oleh :
arif zainurrohman



#include <iostream>
#include <stdio.h>
using namespace std;

int main () {
int pil,i,j,m;
char k;
char l='A';
menu :
cout << " xxx {MENU} xxx\n";
cout << " 1. Deret 1    \n";
cout << " 2. Deret 2    \n";
cout << " 3. Exit       \n";
cout << "---------------\n";
cout << "Pilihan Anda :  "; cin >> pil;
switch (pil) {
case 1:
     for (i=5;i>=1;i-=1){
     k= 'A';
     cout << "\n";
     for (j=1;j<=i;j+=1)
     if (i%2!=0)
     cout << k++ << " ";
     else
     cout <<  j << " " ;
     }
     cout << endl ;
     break;
case 2:
     m=11;
     for (i=1;i<=4;i++) {
     cout << "\n";
     for (j=1;j<=i;j++)
     if (i>=4)
     cout << l++ << " ";
     else
     cout << m++ << " "; }
     cout << endl ;
     break;
case 3:
     break;
default:
    cout << "Pilihan hanya 1 atau 2 \n";
    goto menu;
    }
    return 0;
   }





Ibu Kota, 23 April 2015

akhukumfillah arifzainurrohman

Tabel (Latex)

oleh :
arif zainurrohman








Ibu Kota, 26 juni 2014

akhukumfillah arifzainurrohman

Daftar isi (Latex)

oleh :
arif zainurrohman









Ibu Kota, 26 juni 2014

akhukumfillah arifzainurrohman

segitiga

oleh :
arif zainurrohman

uses crt;
var
baris,kolom:integer;
begin
clrscr;
for baris:= 1 to 5 do
begin
for kolom:= 5 downto baris  do
write(kolom);
writeln;
end;
readln;
end.

uses crt;
var
        Bahasa:string[20];
        urutan,posisi:integer;
begin
        clrscr;
        bahasa:='54321';
        for urutan:= 1 to 5 do
        begin
        posisi := 7-urutan;
        delete(Bahasa,posisi,1);
        writeln(Bahasa);
end;
readln;
end.



Ibu Kota, 26 juni 2014

akhukumfillah arifzainurrohman

Program Kepolisian


oleh :
arif zainurrohman


def menu():
os.system('cls')
print "\t\t\tSelamat Datang di Program Polisi"
print "\t\t-----------------------------------------------"
print "\t\t     Aplikasi Pengarsipan Laporan Kepolisian"
print
print "\t\t\t1. Laporan Polisi"
print "\t\t\t2. Laporan Kehilangan"
print "\t\t\t3. Admin"
print "\t\t\t4. Keluar"
salahdua()
             
def menuadmin():
os.system('cls')
print "\t\t\tMenu Admin"
print
print "\t\t\t1. Pelapor"
print "\t\t\t2. Laporan Visum"
print "\t\t\t3. SKCK"
print "\t\t\t4. Keluar"
salahtiga()
               
def masuk ():
os.system ('cls')
username = ""
print
print
while not username:
username = raw_input("\t\t\tNama: ")

password = ""
while not password:
password = raw_input("\t\t\tPassword: ")

if username == "a" and password == "a":
os.system('cls')
print("Selamat Datang")
security = 5
menuadmin()
else:
menu()

def laporanpolisi () :
os.system('cls')
print "\t\t\t\tDATA LAPORAN"
laptgl = raw_input("\tTanggal Lapor : ")
lapnolaporan = raw_input("\tNo. Laporan : ")
lapidpelapor = raw_input("\tId Pelapor : ")
lapidterlapor = raw_input("\tId Terlapor : ")
lapidkorban = raw_input("\tId Korban : ")
lapnamasaksi = raw_input("\tNama Saksi : ")
lapalmtsaksi = raw_input("\tAlamat Saksi : ")
lapwktterjadi = raw_input("\tWaktu Terjadi : ")
laptkp = raw_input("\tTempat Terjadi : ")
lapkejadian = raw_input("\tApa yang Terjadi : ")
lapbrgbukti = raw_input("\tBarang bukti : ")
lapkronologi = raw_input("\tKronologi : ")
               
os.system('cls')
               
print ("\t\tKepolisian Negara")
print
print ("\t\t-------------------------------------------------------")
print
print ("\t\tTanggal Lapor : "), laptgl
print ("\t\tNO POL : "), lapnolaporan
print ("\t\t-------------------------------------------------------")
print
print ("\t\tNama Saksi : "), lapnamasaksi
print ("\t\tALamat Saksi : "), lapalmtsaksi
print ("\t\tWaktu Terjadi : "), lapwktterjadi
print ("\t\tTempat Terjadi : "), laptkp
print ("\t\tApa yang Terjadi : "), lapbrgbukti
print ("\t\tBarang Bukti : "), lapkronologi
print
print
print
salahsatu()

def laporhilang () :
os.system('cls')

print "\t\t\t\tDATA LAPORAN"
laphilnama = raw_input("\tNama : ")
laphilnolapor = raw_input("\tNo. Lapor : ")
laphiljeniskelamin = raw_input("\tJenis Kelamin : ")
laphilttl = raw_input("\tTempat Tanggal Lahir : ")
laphilsubang = raw_input("\tSuku/Bangsa : ")
laphilagama = raw_input("\tAgama : ")
laphilpekerjaan = raw_input("\tPekerjaan : ")
laphilalmt = raw_input("\tAlamat : ")
laphilhari = raw_input("\tHari Terjadi : ")
laphilwktterjadi = raw_input("\tWaktu Terjadi : ")
laphiltanggal = raw_input("\tTanggal Terjadi : ")
laphiltkp = raw_input("\tTempat Terjadi : ")
laphilkejadian = raw_input("\tApa yang Terjadi : ")

os.system('cls')
             
print ("\t\t\tSURAT TANDA BUKTI LAPOR KEHILANGAN")
print ("\t\t-------------------------------------------------------")
print ("\t\tNO POL : "), laphilnolapor
print
print ("\t\tPada hari, "), laphilhari ,("Tanggal, "),laphiltanggal,("pukul "),laphilwktterjadi,("WIB ")
print ("\t\tTelah datang ke kantor kepolisian , Seseorang yang mengaku :")
print
print ("\t\tNama : "), laphilnama
print ("\t\tJenis Kelamin : "), laphiljeniskelamin
print ("\t\tTempat Tanggal Lahir : "), laphilttl
print ("\t\tSuku/Bangsa : "), laphilsubang
print ("\t\tAgama : "), laphilagama
print ("\t\tPekerjaan : "), laphilpekerjaan
print ("\t\tAlamat : "), laphilalmt
print
print
print
salahsatu()
       
def laporanvisum () :
os.system('cls')
print "\t\t\t\tDATA LAPORAN"
tgllap = raw_input("\tTanggal Lapor : ")
novisum = raw_input("\tNo. Visum : ")
nama = raw_input("\tNama : ")
umur = raw_input("\tUmur : ")
jeniskelamin = raw_input("\tJenis Kelamin : ")
alamat = raw_input("\tAlamat : ")
agama = raw_input("\tAgama : ")
kebangsaan = raw_input("\tKebangsaan : ")
pekerjaan = raw_input("\tPekerjaan : ")
haritgl = raw_input("\tHari, Tanggal : ")
tkp = raw_input("\tTempat Kejadian : ")
               
os.system('cls')
                               
print ("\t\tTanggal Lapor : "), tgllap
print ("\t\tNo. Visum : "), novisum
print ("\t\tNama : "), nama
print ("\t\tUmur : "), umur
print ("\t\tJenis Kelamin : "), jeniskelamin
print ("\t\tAlamat : "), alamat
print ("\t\tAgama : "), agama
print ("\t\tKebangsaan : "), kebangsaan
print ("\t\tPekerjaan : "), pekerjaan
print ("\t\tHari, Tanggal : "), haritgl
print ("\t\tTempat Kejadian : "), tkp
print
salahempat()
               
               
def pelapor () :
os.system('cls')
print "\t\t\t\tDATA PELAPOR"
tglpelapor = raw_input("\t\tTanggal Lapor : ")
idpelapor = raw_input("\t\tID Pelapor : ")
namapelapor = raw_input("\t\tNama : ")
pekerjaanpelapor = raw_input("\t\tUmur : ")
jenisklmpelapor = raw_input("\t\tJenis Kelamin : ")
alamatpelapor = raw_input("\t\tAlamat : ")
agamapelapor = raw_input("\t\tAgama : ")
kebangsaanpelapor = raw_input("\t\tKebangsaan : ")
               
os.system('cls')
print ("\t\t\t\tDATA PELAPOR")
print              
print ("\t\tTanggal Lapor : "), tglpelapor
print ("\t\tNama : "), namapelapor
print ("\t\tPekerjaan : "), pekerjaanpelapor
print ("\t\tJenis Kelamin : "), jenisklmpelapor
print ("\t\tAlamat : "), alamatpelapor
print ("\t\tAgama : "), agamapelapor
print ("\t\tKebangsaan : "), kebangsaanpelapor
salahempat()
                             
def skck () :
os.system('cls')
print "\t\t\t\tDATA LAPORAN"
skcktglpelapor = raw_input("\t\tTanggal : ")
skcknolapor = raw_input("\t\tNo. POL : ")
skckidpelapor = raw_input("\t\tID Pelapor : ")
skcknoktp = raw_input("\t\tNo. KTP : ")
skcknamapelapor = raw_input("\t\tNama : ")
skckkelahiran = raw_input("\t\tTempat tgl lahir : ")
skckpekerjaanpelapor = raw_input("\t\tPekerjaan : ")
skckjenisklmpelapor = raw_input("\t\tJenis Kelamin : ")
skckalamatpelapor = raw_input("\t\tAlamat : ")
skckagamapelapor = raw_input("\t\tAgama : ")
skckkebangsaanpelapor = raw_input("\t\tKebangsaan : ")
skckkeperluan = raw_input("\t\tKeperluan : ");
               
os.system('cls')
print ("\t\tSurat Keterangan Catatan Kepolisian")
print ("\t-------------------------------------------------")            
print ("\t\tNO .POL : "), skcknolapor
print
print ("\t1. Kepala Kepolisian dengan ini menerangkan bahwa : ")
print ("\t\tNama : "), skcknamapelapor
print ("\t\tTempat tanggal lahir : "), skckkelahiran
print ("\t\tKebangsaan : "), skckkebangsaanpelapor
print ("\t\tAgama : "), skckagamapelapor
print ("\t\tPekerjaan : "), skckpekerjaanpelapor
print ("\t\tAlamat : "), skckalamatpelapor
print ("\t\tNo. KTP : "), skcknoktp
print ("\t   Setelah diadakan penelitian hingga saat dikeluarkan surat keterangan ")
print ("\t   ini yang didasarkan kepada : ")
print ("\t\ta. Catatan kriminal yang ada ")
print ("\t\tb. Surat Keterangan dari aarat Desa/Lurah ")
print ("\t\tc. Daftar pelaku/anggota organisasi dan atau gerakan terlarang ")
print ("\t   Maka dinyatakan sebagai berikut : ")
print ("\t   Yang bersangkutan tidak tercatat, terlibat dalam perkara pidana ")
print ("\t   maupun pelanggaran Hukum lainnya ")
print ("\t2. Surat Keterangan ini dibuat untuk keperluan : "), skckkeperluan
print ("\t3. Berlaku dari tanggal : "), skcktglpelapor
print ("\t   Sampai tanggal : "), skcktglpelapor
print ("\t4. Demikian Surat Keterangan ini dibuat dengan sebenarnya untuk ")
print ("\t   digunakan seperlunya")
print
print
salahempat()
def salah() :
os.system('cls')
ulang = 'y'
ulang = raw_input("\t\t\tInput Ulang [Y/N] : ")
if ulang == 'y':
menu()
else:
print
def salahempat () :

ulang = 'y'
ulang = raw_input("\t\t\tInput Ulang [Y/N] : ")
if ulang == 'y':
print
else:
menuadmin()

def salahlima () :
ulang = 'y'
ulang = raw_input("\t\t\tInput Ulang [Y/N] : ")
if ulang == 'y':
menuadmin()
else:
menu()
def salahsatu() :

ulang = 'y'
ulang = raw_input("\t\t\tInput Ulang [Y/N] : ")
if ulang == 'y':
print
else:
menu()
def salahdua () :
pilihan = raw_input("\t\t\tpilihan : ")
while True:
if pilihan == "1":
laporanpolisi()
elif pilihan == "2":
laporhilang()
elif pilihan == "3":
masuk()
else:
salah()
def salahtiga () :
pilihan = raw_input("\t\t\tpilihan : ")
while True:
if pilihan == "1":
pelapor()
elif pilihan == "2":
laporanvisum()
elif pilihan == "3":
skck()
elif pilihan == "4":
salahlima()
else:
salahlima()

 #Program Utama
import os
menu()



Ibu Kota, 26 juni 2014

akhukumfillah arifzainurrohman

Ubiquitous computing



ubiquitous = dimana - mana
computing = mengoperasikan komputer


     Jadi ubiquitous computing itu sendiri adalah interaksi dengan computer dimana saja, kapan saja. esensi dari komputer itu sendiri adalah alat elektronik yang memiliki processor .( input-proses-output sudah tidak relevan lagi karena kalukulator tidak memiliki processor - kata dosen ana)


     Tidak semua alat yang memiliki processor itu juga bisa disebut ubiquitos computing. Ubiquitos computing itu sendiri adalah sesuatu yang tampak mustahil dalam fikiran manusia tapi bisa diwujudkan dalam dunia nyata. Dan ubiquitous computing itu sendiri adalah fungsi tambahan dan bukan fungsi utama dan tidak menghilangkan fungsi utama. Yang terpenting adalah ubiquitous computing itu tidak nampak seperti wujud komputer seperti yang beredar sekarang ini.

     contoh satu : Helm 360 derajat. Helm ini memiliki kemampuan untuk memungkinkan penggunanya dapat melihat dalam radius arah 360 derajat, jadi ketika pengguna ingin memundurkan kendaraan atau ingin berbelok, pengguna tidak perlu lagi menolehkan kepala, cukup melihat pada kaca yang terdapat pada helm. Dan juga syarat dari ubiquitous ini harus mampu mengidentifikasi empunya atau pemiliknya agar tidak sembarang orang dapat menggunakannya. 

     contoh dua : e-learning, e-learning adalah sistem belajar jarak jauh, dan tentunya ada perangkat yang digunakan semacam komputer.

     Nah dari kedua contoh diatas sudah dapat dibedakan mana ubiquitos dan mana yang bukan, dari contoh pertama adalah ubiquitous, karena wujud dari komputernya tidak nampak dan tidak menghilangkan fungsi utamanya berfungsi sebagai helm, tetapi memiliki fungsi tambahan kemampuan melihat 360 derajat, dan akan sangat nampak berbeda dengan contoh dua, dimana wujud dari komputernya nampak jelas, dan yang dioperasikan adalah komputer. 

Kuliah KSI
Ibukota , 8 juni 2014
akhukumfillah arifzainurrohman

Pengenalan Komputer

Oleh
arif zainurrohman

Hari demi hari berlalu tanpa terasa , sama seperti rupiah demi rupiah yang keluar masuk ke kantong penulis ^_^.
”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr)
Demikianlah salah satu surat dalam Al – Qur’an , yang selalu mengingatkan kita semua agar tidak menyia - nyiakan waktu. Semoga kita semua tidak termasuk dalam golongan yang merugi, aamiin. Untuk tulisan kali ini penulis akan berbagi sedikit ilmu yang penulis dapat beberapa hari yang lalu. PTSI 1A, salah satu mata kuliah yang ternyata juga ada ekornya , yaitu 1A ^_^. PTSI ini adalah salah satu mata kuliah yang khusus untuk SI. Mata kuliah ini masuk dalam kategori profesi karena memang hanya jurusan SI lah yang diberikan kesempatan untuk mendalaminya.
            Pertama – tama yang dosen penulis sampaikan pada pertemuan pertama adalah aturan – aturan dalam perkuliahan , semisal penilaian. Itu hanya sebentar saja, dan kemudian langsung masuk ke penyampaian materi. Yang beliau sampaikan pertama kali adalah Apa itu SI ? apa itu Pengenalan ? dan apa itu computer ? Semua pertanyaan itu terjadi begitu saja dan spontan , akibatnya semua dari kami sibuk memikirkan jawaban atas pertanyaan itu. Dosen mata kuliah ini memang menarik, mempunyai pemahaman yang setidaknya cukup sama dengan penulis. Terutama dalam masalah konsep ^_^. Beliau mengatakan bahwa beliau tidak mau terlalu terpaku pada buku atau terlalu heboh (berlebihan) dengan teknologi. Menurut beliau buku itu statis dan tulisan yang ada dibuku itu tidak bisa berubah, dan tidak bisa selamanya buku itu akan terus dapat dijadikan acuan. Dalam menyampaikan materipun beliau lebih suka tidak membaca buku atau menggunakan powerpoint/PDF (presentasi). Menurut beliau cara peresentasi seperti itu merepotkan dan kalau beliau hanya membaca teks yang ada pada laptopnya , 90% dari mahasiswa akan merasa bosan dan tidak mau untuk mengembangkan pengetahuannya. Beliau lebih suka membaca catatan kecilnya dan kemudian membebaskan mahasiswa untuk berfikir , terutama dengan masalah konsep.
            Menurut penulis cara belajar seperti sangat menarik, karena semua dibebaskan untuk berfikir dan tidak terpaku pada salah atau benarnya pernyataan yang kami ungkapkan. Justru dari dua kali pertemuan penulis merasa tidak pernah ada pernyataan beliau yang mengatakan bahwa pendapat kami salah. Apabila pendapat kami menlenceng jauh dari pembahasan maka dengan sigap beliau mampu mencairkan suasana dan malah menjelaskannya kepada kami semua sehingga kami merasa sangat faham (khususnya bagi penulis).
            Oke, sekarang mari kita kembali kemateri ^_^. Pertanyaan mengenai SI tadi kita skip dulu. Kita alihkan ke Apa itu pengenalan ? dan apa itu komputer ?. Mengenai pengenalan sepertinya tidak perlu dijelaskan lagi, karena memang ya intinya mengenali, dalam mengenali ini kita perlu beberapa data yang kemudian kita olah menjadi informasi. Semisal nama , guna , dan lainnya. Setelah kita mengetahui apa itu pengenalan, lalu apa itu komputer ?. Menurut penuturan beliau, computer dapat dikenali dengan 7 pernyataan.
            Yang pertama adalah alat elektronik. Ya, komputer itu adalah alat elektronik, semisal kita tidak pernah melihat, tidak memiliki pengetahuan sedikitpun mengenai computer, tentu kita akan sangat tidak mengerti apa itu komputer. Akan sangat lucu jika kita pergi ke tukang sayur atau tukang bangunan untuk mencari komputer bukan ?. Pertama kita harus mengenalinya dari wujudnya, tentu bukan terong atau wortel atau cabe bukan ? . Oleh karena itu kita persempit ruang lingkup pencarian dengan mengenalinya sebagai alat elektronik. Sehingga kita tidak salah tempat dalam mencarinya, yaitu toko elektronik.
            Yang kedua adalah mampu menerima input berupa data. Pertama kita mengetahui bahwa komputer adalah alat elektronik. Ternyata alat elektronik itu ada banyak, semisal AC,TV,Radio, dan lainnya. Lalu apakah dari kesemua alat elektronik itu mampu menerima input data ?, tentu tidak. 
            Yang ketiga adalah mampu mengolah data. Setelah yang pertama dan kedua lalu kita persempit lagi dengan pernyataan yang ketiga. Sepertinya dengan pernyataan yang ketiga ini masih cukup luas ruang lingkup pencarian kita. Mari kita persempit dengan yang keempat.
            Yang keempat adalah mampu menghasilkan ouput berupa informasi. Ketika meneripa berupa data dan ketika menghasilkan berupa informasi. Dengan pernyataan keempat ini ruang lingkup pencarian kita akan semakin menyempit.
            Yang kelima adalah tersimpan suatu program yang digunakan untuk mengolah data. Nah semakin menyempit lagi ruang lingkup pencarian kita ini. Dari beberapa alat elektronik tentu hanya sedikit saja yang terdapat suatu program didalamnya. Mungkin tidak banyak memang , sebut saja TV, Radio, AC, adakah tersimpan program semacam program untuk melakukan penulisan seperti Ms. Word ? tentu tidak. Lalu bagaimana dengan Smartpone ? . Ternyata Smartpone masih tetap belum tereliminasi dari ruang lingkup pencarian kita ini.
            Yang keenam adalah mampu menyimpan data, informasi, dan program. Sudah banyak alat elektronik yang mulai tereliminasi, dan semakin banyak setelah pernyataan yang keenam ini. Namun Smartpone masih belum dapat tereliminasi.
            Yang ketujuh adalah kerja secara otomatis. Otomatis disini maksudnya dalah dalam hal penyimpanan. Karena setelah kita menginputkan data kemudian mengolahnya menjadi informasi maka kita akan dapat menyimpannya secara otomatis di dalam ruang penyimpanan. Ternyata Smartpone juga masih belum tereliminasi sampai tahap ini.
            Setelah kita mengetahui ketujuh pernyataan untuk mengenali komputer kita dapat merangkaikannya menjadi sebuah kalimat yang dapat kita gunakan untuk mengetahui apa itu komputer. Beliaupun membebaskan kami semua untuk merangkai ketujuh pernyataan tersebut sesuai dengan pemahaman kami. Dan yang penulis tulis seperti berikut

Komputer adalah perangkat elektronik yang dapat digunakan untuk menginput data , menglahnya menjadi informasi menggunakan suatu program tertentu serta dapat menyimpannya secara otomatis.


            Tapi perlu diingat, bahwa smartpone masih belum tereliminasi. Lalu apa yang akan membuat kita tidak salah dalam mengenali smartpone dan computer ?. Mungkin kita akan berfikir smartpone bisa terkoneksi dengan internet, tetapi komputer juga bisa. Lalu apa bedanya, bagaimana agar kita tidak salah mengenalinya ? . Yang cukup signifikan adalah pada hardwarenya. Komputer dapat dengan mudah dilakukan upgrade hardware,sedangkan smartpone , tentu akan cukup sulit. Komputer akan sangat berbeda pada kehadiran komputasi kompleksnya, semisal server , data base , bahasa pemrograman (java.pascal.delphi dll), tentu itu tidak ada di smartpone. Kemudian antara smartpone dan komputer memang sama sama terkoneksi ke internet, namun akan Nampak berbeda pada jenis konektivitasnya.


Kuliah PTSI 1A

Ibu Kota , 26 Oktober 2013

akhukum fillah arif zainurrohman

Melihat informasi system pada windows xp


Untuk menampilkan informasi system pada Windows XP, Anda dapat mengetikkan pada MS DOS Prompt:
systeminfo
Setelah Anda menekan enter maka akan muncul informasi seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini:



Kota Pempek , 18 Maret 2012

akhukum fillah arif zainurrohman